113 Jurnalis Terbunuh Selama 2018

Wartawan Dalam Perang Suriah

Dari 2009 sampai 2018, sebanyak 1.221 wartawan dan pekerja media tewas

Indonesiainside.id, Jenewa – Sebanyak 113 jurnalis dilaporkan tewas pada tahun 2018. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah wartawan yang tewas sejak awal 2018 telah bertambah sebanyak 14 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap sumber Press Emblem Campaign (PEC), (18/12).

PEC menyatakan di dalam laporan tahunannya bahwa sejak awal tahun ini, 113 wartawan tewas di 30 negara. Mereka adalah 17 jurnalis di Afghanistan, 17 di Meksiko, 11 di Suriah dan ditempat lainnya.

Lembaga yang bermarkas di Jenewa, Swiss ini mengungkap berbagai negara yang berbahaya bagi jurnalis.

Afghanistan, Meksiko dan Suriah adalah negara-negara yang paling mematikan bagi wartawan. Disusul kemudian, Yaman dan India, di negara tersebut tercatat delapan wartawan tewas.

Total di lima negara itu 61 wartawan kehilangan nyawa, atau lebih separuh dari jumlah wartawan yang tewas di seluruh dunia.

“Kelompok teror di Afghanistan dan kriminal di Meksiko menjadi penyebab utama kematian wartawan,” lanjutnya.

Amerika Serikat yang mengaku sebagai bapak moyangnya demokrasi juga beresiko tinggi bagi pekerjaan jurnalis. Tak kurang enam wartawan tewas oleh seorang pria bersenjata di kantor harian Capital Gazette di Annapolis, Juni lalu.

Begitupula Pakistan, negeri yang berbatasan dengan Afghanistan ini kurang ramah bagi media. Hal itu ditandai dengan terbunuhnya lima wartawan tahun ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here