Sewa Kapal Canggih, Lion Air Lanjutkan Pencarian Korban JT-610

Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait (keempat dari kiri) bersama tim melakukan kunjungan dan koordinasi dalam persiapan pengoperasian MPV Everest di Johor Bahru, Malaysia, Minggu, 16 Desember 2018

Lion Air menggunakan jasa perusahaan asal Belanda untuk meneruskan pencarian korban

Indonesiainside.id, Jakarta – Perusahaan maskapai penerbangan Lion Air mendatangkan kapal canggih MPV Everest milik perusahaan swasta asal Belanda untuk melanjutkan upaya pencarian jenazah penumpang dan kru pesawat JT-610 yang jatuh dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 Max-8 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018. Proses pencarian juga termasuk mencari alat perekam suara di ruang kemudi (Cockpit Voice Recorder/ CVR).

Upaya pencarian lanjutan ini merupakan bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan pihak keluarga. Menurut pihak maskapai berlogo Singa ini, perlu biaya sedikitnya Rp 38 miliar guna kegiatan proses pencarian kembali.

“Apabila ditemukan, maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS) untuk tindakan selanjutnya sesuai prosedur,” kata Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait di Jakarta, (18/12).

Dalam pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sebelumnya baru ditemukan Flight Data Recorder (FDR). FDR dan CVR adalah bagian dari kotak hitam yang penting untuk penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat.

MPV Everest akan melakukan pencarian selama 10 hari berturut-turut dan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya pesawat JT-610.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengungkapkan hasil investigasi penyebab kecelakaan pesawat yang telah menewaskan 189 penumpang dan awak pesawat dalam penerbangan Jakarta-Pangkalpinang. Data dari kotak hitam flight data recorder (FDR) mengungkapkan bahwa pesawat Lion Air PK-LQP dengan unit pesawat Boeing 737 Max-8 sudah enam kali mengalami gangguan sejak 26 Oktober 2018, dan seharusnya tidak terbang untuk dilakukan perbaikan. Masalah itu berkaitan dengan indikator kecepatan, ketinggian pesawat, dan sensor angle of attact (AOA), yang menunjukkan kemiringan pesawat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here