Sambut Natal, Pak Harto Minta Bantu Saudara di Papua

Ratusan ribu saudara-saudara kita dan anak-anaknya di Irian Barat, masih hidup dalam ‘zaman batu’, berkelompok-kelompok tersebar di lereng-lereng gunung, di lembah-lembah dan di pantai-pantai dalam alam terbuka tanpa mengenal pakaian.

Indonesiainside.com, Surabaya — Selama memimpin negeri ini, Pak Harto dikenal sebagai presiden yang mengayomi seluruh rakyatnya. Dia tidak pernah membeda-bedakan warga kulit, agama, asal-usul, maupun pangkat dan jabatan. Bagi Pak Harto, seluruh rakyat, di mana pun dia tinggal, punya hak yang sama untuk dilindungi dan menikmati hasil-hasil pembangunan.

Pesan itulah yang disampaikan Pak Harto dalam perayaan Hari Natal di Istora Senayan, Jakarta, tanggal 31 Desember 1969, yang diikuti umat Kristen dan Katolik di ibukota. “Di hadapan Tuhan YME, setiap manusia adalah sama dan umat manusia adalah satu. Tuhan tidak membedakan kasihnya atas warna kulit, asal-usul, keturunan, pangkat atau jabatan, kekayaan atau harta benda, bahasa atau bangsa. Satu-satunya ukuran adalah iman dan amal kita,” kata Pak Harto mengawali sambutannya.

The Smiling General lantas mengajak seluruh umat Nasrani untuk bersyukur karena bisa merayakan Natal dalam keutuhan bangsa dan negara, dari Sabang sampai Merauke. Rakyat pantas bersyukur atas hasil perjuangan yang sangat besar ini. Akan tetapi, ingat Pak Harto, hasil itu bukan akhir perjuangan.

Tugas kemanusiaan yang lebih besar terpikul di atas pundak kita semuanya. “Ratusan ribu saudara-saudara kita dan anak-anaknya di Irian Barat (belakangan berubah menjadi Irian Jaya, dan kini dikenal sebagai Provinsi Papua dan Papua Barat, Red), masih hidup dalam ‘zaman batu’, berkelompok-kelompok tersebar di lereng-lereng gunung, di lembah-lembah dan di pantai-pantai dalam alam terbuka tanpa mengenal pakaian,” beber Pak Harto.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here