Akses Pantai Carita Sudah Bisa Dilalui

Kondisi daerah wisata di pesisir Banten. Foto: Istimewa.

Berbagai fasilitas (amenitas) yang mendukung industri pariwisata, seperti hotel, vila, restoran dll mengalami kerusakan pascatsunami di Selat Sunda

Indonesiainside.id, Pandeglang — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan monitoring pascatsunami di Lampung dan Banten yang terjadi pada 22 Desember 2018 untuk memberikan informasi terupdate khususnya mengenai 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) di sekitar Banten dan Lampung pascatsunami.

Menurut data yang diterima tim Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar pada Kabupaten Pandeglang dan Bufferzone Tanjung Lesung, daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan daerah tujuan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Mengenai aksesibilitas, bandara yang berada di Kawasan Tanjung Lesung dalam posisi aman untuk dilandasi helikopter. Sedangkan dermaga yang berada di Kawasan Tanjung Lesung mengalami kerusakan sehingga kapal tidak bisa berlabuh. Jalur Merak – Bakauheni aman, namun di wilayah Labuan terdapat 350 kapal dan perahu nelayan yang rusak. “Untuk akses darat, jalan raya Serang Pandeglang sangat padat sedangkan Akses jalan Anyer Pantai Carita sudah bisa dilalui,” kata Ketua Tim TCC Guntur Sakti.

Amenitas di Pandeglang cukup banyak terdampak pascatsunami. Guntur Sakti menyebut tercatat 69 hotel dan villa rusak serta 60 warung makan dan toko rusak. “Yang mengalami dampak kerusakan paling berat adalah homestay sepanjang jalan raya Tanjung Lesung ke arah Kecamatan Sumur,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here