Cina Kembali Ancam Taiwan

Penduduk Taiwan tidak akan menyerahkan kemerdekaannya kepada negara otoriter

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Komunis Cina kembali mengeluarkan ancaman ke Taiwan. Hal ini disampaikan melalui pernyataan terbaru President Xi Jinping yang mendesak reunifikasi Cina-Taiwan melalui ”Satu Negara Dua Sistem’.

‘’Cina harus dan akan bersatu. Ini adalah suatu persyaratan yang tak dapat dielak untuk membuat suatu pembaharuan hebat bagi penduduk Cina di masa yang akan datang,” tegas Presiden Xi dalam pidato perayaan 40 tahun Hubungan Lintas Selat Cina-Taiwan di Great Hall People of Beijing, (3/1).

President Xi mengajukan usulan ‘’Satu Negara Dua Sistem” tanpa menghilangkan opsi militer dalam proses penyatuan kembali Taiwan. ‘’Kami tidak bisa berjanji untuk mengakhiri kekuatan militer dan akan menggunakan pilihan ini jika diperlukan,” tambahnya.

Statement ini langsung ditolak oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. Melansir DW.de, Tsai menyatakan negaranya tidak akan menerima usulan itu. “Penduduk Taiwan tidak akan menyerahkan kemerdekaannya kepada negara otoriter,” tegasnya.

Beijing harus menghormati desakan 23 juta orang untuk kemerdekaan dan demokrasi, lanjutnya. Pendekatan perdamaian dan persamaan untuk mengatasi perbedaan yang harus dikedepankan.

Usul ‘‘Satu Negara Dua Sistem‘‘ telah diimplementasikan Cina di Hongkong dan Macau setelah Inggris memberikan kembali kedua kota ini kepada Cina pada tahun 1997. Namun hal ini ditolak dewan legislatif pro demokrasi Hongkong.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here