Drone Buatan BPPT Lulus Sertifikasi Militer

Drone BPPT

Ditargetkan Indonesia memiliki 11 pangkalan drone yang tersebar di seluruh nusantara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pesawat tanpa awak buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akhirnya lolos sertifikat kelayakan dari Kementerian Pertahanan.

Drone tipe Alap-Alap PA-06D mendapatkan sertifikasi dari Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemenhan sebagai produk militer setelah diajukan 3 bulan lalu. Dalam sertifikasinya, drone ini cocok untuk misi pemetaan.

“Pesawat nir awak ini mampu menjelajah pada ketinggian 1.500 kaki, dengan area pemetaan seluas 1700HA per jam,” kata Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT, Wahyu Widodo Pandoe, (3/1)

Kemampuan maksimal drone ini mampu memetakan wilayah seluas lebih dari 8.500 HA. BPPT berharap dengan sertifikasi ini, pesawat ini dapat digunakan untuk keperluan TNI.

“Kita berharap bisa langsung di produksi secara massal dan dimanfaatkan oleh TNI,” sambungnya.

Drone buatan lokal ini juga mampu terbang di ketinggian 12 ribu kaki dengan kecepatan 55 hingga 65 knot. Dengan spesifikasi bentang sayap sepanjang 3.2 m dan berat maksimum saat lepas landas sebesar 31 kg, pesawat ini mampu terbang nonstop selama lima jam.

“Dengan jangkauan datalink 100 km (LOS) dan hanya memerlukan landasan pacu sepanjang 150 sampai200 meter,” tuturnya.

BPPT menargetkan Indonesia memiliki pesawat nir awak atau drone mata-mata ketahanan tinggi buatan dalam negeri pada 2022. Sejalan target Program Pengembangan Drone Medium Altitude Long Endurance (MALE) Nasional yang saat ini sedang dikembangkan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here