KPK: Jika Bukti Cukup Menpora Bisa Dijerat

Jika ada bukti permulaan yang cukup, KPK akan langsung menjerat Menpora, ataupun petinggi KONI lainnya

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi dalam penyidikan kasus suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran 2018. Total sudah lima tersangka ditetapkan dalam kasus itu.

“Ada tiga saksi yang kami hadirkan untuk pemeriksaan terhadap tersangka EFH,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, (3/1).

Masing-masing, Staf Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Miftahul Ulum, Staf Bagian Perencanaan KONI Twisyono, dan Staf Bidang Perencanaan KONI Suradi.

Sebelum ini Miftahul Ulum juga telah diperiksa KPK pada Rabu (19/12). Saat itu, KPK mengkonfirmasi yang bersangkutan soal mekanisme dana hibah dari Kemenpora ke KONI.

Untuk diketahui, KPK total telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu. Diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA). Sedangkan diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Sedangkan Adhi Purnomo, Eko Triyanto dan kawan-kawan menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dan dari pejabat KONI terkait hibah pemerintah melalui Kemenpora.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here