Gubernur Xinjiang Mengaku Akan Buka Akses Internasional Di Kamp Uigur

Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir, Foto: Ant

Beberapa hari lalu China telah meloloskan undang-undang baru yang bertujuan “men-China-kan” Islam dalam waktu lima tahun

Indonesiainside.id, Jakarta — Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir membuka akses internasional terkait isu kamp vokasi etnis Uighur selama didasari iktikad baik.

“Kami menyambut baik berbagai komunitas di dunia untuk melihat situasi yang sebenarnya. Kami juga berharap siapa saja yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri China dan persatuan nasional, karena kami ingin membahagiakan masyarakat kami,” ujarnya kepada media asing di Urumqi, Sabtu (05/01/2019).

Menurut dia, sudah sewajarnya bagi China sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membuka akses internasional tersebut.

Namun, dia juga meminta komunitas internasional yang datang bisa memberikan komentar yang objektif sesuai kenyataan di lapangan.

Sebelumnya PBB mendesak China agar membuka akses bagi tim pemantau HAM terkait adanya dugaan pelanggaran HAM di kamp pendidikan vokasi di Xinjiang.

Saat pertemuan eksklusif dengan lima awak media asing di Ibu Kota Xinjiang, Shohrat menyatakan bahwa pemerintahannya memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi dan membatasi ‘penyebaran terorisme dan ekstremisme’ pada etnis Uighur melalui sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Berbagai kasus terorisme dan ekstremisme telah mengakibatkan trauma terhadap masyarakat Xinjiang. Sepuluh tahun kami memikirkan penanganannya, termasuk dengan melakukan investigasi. Beberapa personel juga didatangkan ke Xinjiang untuk mengatasi hal ini,” katanya didampingi anggota Dewan Pengarah Partai Komunis China Komite Daerah Otonomi Xinjiang Xu Hairong dan beberapa jajaran pengurus PKC lokal serta jajaran pejabat Kementerian Luar Negeri China itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here