Tiongkok Loloskan UU Untuk Membuat “Chinaisasi’ Ajaran Islam

Etnis Muslim di China Yang tertindas, foto: @mufidyuksel

Belum lama ini aparat di provinsi Yunnan China, menutup tiga masjid yang didirikan oleh minoritas etnis Muslim Hui yang terpinggirkan

Indonesiainside.id, Jakarta — China telah meloloskan undang-undang baru yang bertujuan “men-China-kan” Islam dalam waktu lima tahun, tindakan terbaru Beijing dalam upaya menulis ulang bagaimana agama dipraktekkan, lapor Aljazeera.

Koran resmi partai komunis, Global Times, melaporkan hari Sabtu, setelah bertemua delapan delegasi dari asosiasi yang mewakili komunitas Muslim, pemerintah komunis sepakat untuk ‘membimbing Islam agar sesuai dengan sosialisme dan menerapkan langkah-langkah untuk mendikteisasi agama.”

Namun surat kabar berbahasa Inggris itu tidak member rincian lebih lanjut mengenai nama asosiasi yang diduga ikut setuju dengan keputusan ‘chinaisasi ajaran Islam’ tersebut.

China telah memulai kampanye “Sinifikasi” ( cara akulturasi / asimilasi terhadap masyarakat non-Tionghoa di China). yang agresif dalam beberapa tahun terakhir dengan kelompok-kelompok agama yang sebagian besar ditoleransi di masa lalu melihat kebebasan mereka menyusut di bawah Presiden China Xi Jinping, pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong.

Mempraktikkan ajaran Islam telah dilarang di beberapa wilayah di China, dimana orang-orang ditangkap saat shalat, puasa, menumbuhkan jenggot atau mengenakan jilbab, jilbab yang dikenakan oleh banyak wanita Muslim yang merasa itu adalah bagian dari agama mereka, menghadapi ancaman penangkapan.

Menurut PBB, lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan ditahan di kamp-kamp interniran (Kamp Pendudukan Ulang) di mana mereka dipaksa untuk mencela agama dan berjanji setia kepada ateis dan Partai Komunis yang berkuasa.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here