Untuk Pertama Kalinya, Cina Mendarat di Kutub Selatan Bulan

Melalui Chang'e-4 eksplorasi bulan akan dipantau,. Foto: collectspace.com

Oleh: Anisa Tri Kusuma

Diluncurkan pada 8 Desember 2018 lalu, pesawat luar angkasa Chang’e-4 berhasil mendarat di kawah Aitken, Kutub Selatan Bulan. Studi geografis bulan ini pun dimulai untuk mendukung misi antariksa Cina

Indonesiainside.id, Jakarta — 3 Januari 2018, sejarah eksplorasi luar angkasa pun kembali terukir. sejarah eksplorasi luar angkasa pun kembali terukir. Pesawat luar angkasa yang diberi nama seperti nama Dewi Bulan Cina, Chang’e-4, berhasil mendarat di sisi gelap Bulan.

Foto berhasil dikirimkan oleh Satelit Queqiao, yang menghubungkan komunikasi antara Bulan dengan pemantau di Bumi. Melalui Chang’e-4 eksplorasi bulan akan dipantau, seperti pengukuran radiasi dan level air satelit, pengujian mineral, penelitian gelombang radio untuk membangun sistem komunikasi jarak jauh, hingga eksperimen penanaman sayuran pada permukaan bulan pun akan dilakukan dengan pantauan kamera panorama dan alat ukur. Ini akan sangat mendukung studi Astronomi.

Sebelum peluncuran Chang’e-4, masalah besar ditemukan saat berkomunikasi dengan robot ekspedisi, karena tidak ada sinyal langsung yang dapat terhubung ke sisi lain bulan. Sebagai solusi, Mei 2018 lalu Cina telah meluncurkan Satelit Queqiau ke orbit Bulan untuk pendataan dan pemberian komando dari jarak jauh.

Perbedaan Waktu Dan Suhu Menjadi Tantangan Bagi Chang’e-4
Tantangan yang cukup ekstrim dari ekspedisi ini adalah perbedaan waktu gelap (malam) dan terang (siang) di bulan. Waktu malam hari di bulan bisa mencapai 14 hari, begitu pula dengan waktu terang, hal ini sangatlah berpengaruh pada temperatur udara.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here