Oposan Harus Waspada Aliran Dana ke Desa/Kelurahan

Fahri Hamzah ketika berbicara di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (9/1). Foto: Istimewa.

Oleh Rengga Permana

Pencairan dana desa, dana kelurahan, bantuan sosial (Bansos) perlu diwaspadai pihak oposisi. Tak menutup kemungkinan hal itu bisa menarik dukungan masyarakat pada petahana.

Indonesiainaide.id, Jakarta —¬†Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengingatkan oposan agar menjelaskan program pemerintah kepada masyarakat. Khususnya terkait dana desa, kelurahan dan bantuan sosial. Oposan harus menegaskan bahwa hal itu merupakan kewajiban pemerintah.

“Umumkan kepada rakyat bahwa uang itu adalah uang anda. Anda terima itu karena itu adalah hak anda. Tidak ada urusan dengan politik,” kata Fahri di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Menurutnya, penjelasan ini penting, apalagi pencairan dana secara berangsur sudah dilakukan sejak Januari. Ada Rp 73 triliun dana desa dan Rp 50 triliun dana bansos yang akan menyentuh masyarakat desa.

“Ini perlu di-warning. Ada penyiapan yang besar terhadap dana desa. Mulai cair pada bulan ini. Hati-hati itu,” kata dia.

Fahri tak ingin pencarian hanya menguntungkan salah satu pihak. Artinya, masyarakat terpengaruh dengan aliran dana tersebut. Padahal uang itu merupakan hak mereka, sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah.

“Ini penting. Sebab rakyat kita ini kadang-kadang banyak orang-orang miskin di Indonesia yang nggak sadar,” tandasnya. (TA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here