Pemprov DKI Diminta Gelar Vaksinasi Kucing Massal

Petugas tengah menyuntikan vaksin rabies (8/1/2019). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Gubernur DKI Anies Baswedan hentikan razia kucing dan anjing liar. Namun, pertumbuhan penularan rabies (HPR) makin mengkhawatirkan

Indonesiainside.id, Jakarta — Animal Defenders Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat pertumbuhan hewan penular rabies (HPR), terutama anjing dan kucing liar di DKI Jakarta, jauh lebih cepat daripada upaya preventif dan sosialisasi pencegahannya.

Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona menilai penting langkah Pemprov DKI untuk menghentikan kelebihan populasi kucing dan anjing liar di wilayah ibu kota. “Pemda DKI harus segera melakukan langkah-langkah preventif, ” kata Doni, Rabu (9/1).

Namun langkah Pemprov DKI lewat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) saat menggelar program razia kucing dan anjing liar menuai reaksi pro dan kontra.

Menyikapi polemik tersebut, Animal Defenders Indonesia memberikan beberapa usulan. Pertama, mereka meminta Pemprov DKI memberikan steril massal gratis di lima wilayah DKI dan dilaksanakan sepanjang tahun.

“Pemda DKI bisa membiayai agenda steril massal ini melalui APBD maupun CSR. Pelaksanaan steril massal ini, komunitas siap membantu tenaga dan pelaksanaan,” kata Doni.

Animal Defenders juga mendorong Pemprov memberi intensif berupa reduksi pajak bagi pemilik HPR yang telah mensteril secara mandiri, atau yang telah membantu mensteril anjing dan kucing jalanan di sekitar lingkunganya.

Kemudian pelaksanaan sosialisasi rabies dilaksanakan bersama komunitas dan organisasi penyayang satwa agar pelaksanaan komprehensif dan saling membantu. “aktivitasnya bisa berbentuk edutainment bersama komunitas di taman Ibukota,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here