SAFEnet: Penyalahgunaan UU ITE Meningkat 5 Tahun Terakhir

Aksi kebebasan pers. Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

UU ITE lebih banyak digunakan untuk menjerat jurnalis dan media

Indonesiainside.id, Jakarta — Lembaga pemantau kebebasan berekspresi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengungkapkan bahwa penyalahgunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terus meningkat dalam 5 tahun terakhir.

Dalam laporan SAFEnet, Kamis (10/1) mengungkapkan UU ITE lebih banyak digunakan untuk menjerat jurnalis dan media. Tren menunjukkan pekerja media diserang menggunakan Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik dan Pasal 28 ayat 2 tentang penyebaran kebencian dari UU ITE.

Berdasar amatan SAFEnet sejak 2008 sampai Desember 2018 terjadi 16 kasus hukum, dalam upaya memidana 14 jurnalis dan 7 media. Ditinjau dari lokasi perkara hukum, pelaporan terjadi cukup merata. Sebanyak 8 kasus (50%) terjadi di luar pulau Jawa, sedangkan di pulau Jawa terjadi 8 kasus (50%) juga.

“Hal ini menandakan bahwa pelaporan menggunakan UU ITE ini bukan hanya mayoritas menerpa media-media besar yang berada di kota-kota besar di pulau Jawa saja, di kota yang jauh berada di luar Jawa bisa terjadi pelaporan terhadap jurnalis atau media,”tulis laporan itu.

Ditinjau dari pihak pelapor terhadap 16 kasus yang dicatat, terlihat bahwa 8 kasus diadukan oleh kalangan profesi, 4 kasus diadukan oleh kalangan pejabat publik, 3 kasus diadukan orang awam, dan 1 kasus diadukan oleh kalangan pengusaha.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here