Stok Obat ARV HIV/AIDS Akan Habis Pada Maret 2019

Pemeriksaan HIV/AIDS gratis dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018). Foto: Antara

Oleh: Suandri Ansah

Stok obat ARV TLE diperkirakan habis pada Maret 2019 setelah pemerintah gagal melakukan pengadaan kembali

Indoneisainsid.id, Jakarta — Indonesia AIDS Coalition (IAC) khawatir penderita HIV AIDS tak bisa mendapatkan Antiretroviral Fixed Dose Combination jenis Tenofovir, Lamivudin, Efavirens (ARV FDC TLE) sesudah Maret 2019.

Stok obat ARV TLE diperkirakan habis pada Maret 2019 setelah pemerintah gagal melakukan pengadaan kembali obat tersebut pada tahun 2018. Pengadaan selanjutnya masih belum dapat dipastikan.

“Proses pengadaan obat ARV Fixed Dose Combination jenis TLE ini di tahun 2018 dinyatakan gagal. Alokasi dana APBN tidak bisa tersalurkan untuk membeli obat tersebut,” kata Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (10/1).

Aditya menuturkan, proses penunjukkan langsung dengan dua kali negosiasi harga, gagal karena PT Kimia Farma tidak setuju dengan harga yang ditawarkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Kemudian dilakukan proses lelang terbatas dengan peserta lelang PT Kimia Farma dan PT Indofarma Global Medika namun proses ini juga tidak menghasilkan pemenang sehingga menyebabkan terjadinya kekosongan persediaan obat ARV TLE di berbagai tempat.

Selanjutnya Kemenkes melakukan pengadaan darurat dengan menggunakan dana bantuan donor Global Fund dan membeli obat ARV TLE langsung di India. “Obat sudah sampai di Jakarta awal Desember 2018 sejumlah 220 ribu botol dan hanya cukup sampai bulan Maret 2019,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here