Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Diminta Tetap Tenang

Aktifitas gunung merapi meningkat. Foto: Tribunnews

Oleh: Suyono Sugondo

Guguran lava pijar terus terjadi di puncak Gunung Merapi, dengan jarak luncur 500 hingga 600 meter. Guguran lava pijar mengarah ke sisi selatan Gunung Merapi, wilayah Sleman, Yogyakarta.

Indonesiainside.id, Yogyakarya — Rekaman kamera pemantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menunjukkan aktivitas Gunung Merapi terus bergerak. Guguran lava pijar dari puncak Merapi dengan jarak luncur 500 hingga 600 meter mengarah ke hulu Sungai Gendol.

Kejadian itu masih dianggap normal dan warga sekitar diminta tetap tenang. Menurut BPPTKG, sebagian besar guguran lava pijar terjadi di dalam kubahnya sehingga dinyatakan masih stabil. Dibandingkan pada awal tahun, guguran lava pijar mencapai 1,2 kilometer.

“Gunung Merapi sedang mengalami pertumbuhan kubah lava, sehingga kalau ada magma ke permukaan ada bagian yang terlucurkan,” ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida di Yogyakarta, Jumat (11/1/2019).

Berdasarkan pengamatan BPPTKG, terjadi 10 kali guguran lava dengan durasi 13,8 hingga 71,8 detik.
Guguran material lava dominan meluncur ke arah barat tenggara dan barat laut. Bahkan, dalam sehari, BPPTKG menyebutkan terjadi  30 hingga 40 kali guguran.

Dalam satu pekan terakhir, volume kubah lava terpantau mencapai 415.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan kubah lava per hari mencapai 3.800 meter kubik.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sudah mempersiapkan logistik, seperti masker jika terjadi hujan abu. Persiapan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Merapi yang terus mengeluarkan lava pijar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here