Cina Lakukan Pelanggaran HAM Sistematis

Amnesti Internasional menjelaskan tentang kondisi muslim Uighur foto: antara

Oleh: Suandri Ansah

Pemerintah Cina melakukan pengawasan ketat terhadap muslim Uighur, hak berkomunikasi mereka dibatasi

Indonesiainside.id, Jakarta — Laporan Amnesti Internasional mendapati fakta bahwa penindasan terhadap muslim Uighur di Xinjiang, Cina dilakukan secara sistematis.

“Mayoritas pelanggaran terjadi di kamp pendidikan Uighur. Kami melihat pelanggaran HAM di sana dilakukan secara sistematis,” ujar Juru Bicara Amnesti Internasional Indonesia Haeril Halim, kepada Indonesiainside.id

Amnesti memaparkan, klaim pemerintah Cina soal penindakan terorisme ternyata dilakukan pula pada warga yang tidak terkait sama sekali.

Hak muslim Uighur sebagai warga negara dikebiri. Kebebasan beragama, kemerdekaan dalam pemahaman, kebebasan berkumpul dan berasosiasi, hingga kebebasan bergerak dicabut.

“Mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya ke negara-negara Islam ketika pulang ditangkap pemerintah,” tutur Haeril.

Bahkan, hak berkomunikasi pun dibatasi. Pemerintah Cina melakukan pengawasan ketat di setiap jalur dan akses komunikasi masyarat Uighur.

“Bahkan, mereka yang punya Whatsapp dimasukkan ke dalam kamp pendidikan,” imbuhnya.

Amnesti melanjutkan, jika ada yang kedapatan memiliki Whatsapp, pemerintah Cina tak segan memberi hukuman. Pengawasan ketat dilakukan lewat sistem Big Brother yang diaplikasikan pemerintah Cina.

Para diaspora Uighur di luar negeri pun dipersulit untuk menghubungi keluarganya di Xinjiang. Pemerintah Cina, kata Amnesti, telah menyewa mata-mata untuk memantau aktifitas diaspora.

“Mereka (diaspora Uighur) diancam jika membesarkan masalah ini (tindak kekerasan) keluarga mereka yang ada di kamp konsentrasi akan mendapat perlakuan diskriminatif,” tutur Haeril. (Kbb)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here