Waspada Banjir Lahar, Warga Pantau Aktivitas Gunung Merapi

Luncuran lava pijar gunung merapi. Foto: Istimewa

Oleh : Suyono Sugondo |

Aktivitas Gunung Merapi terus bergejolak. Karena hujan deras, warga mewaspadai banjir lahar. Beberapa warga juga mendirikan posko untuk memantau langsung aktivitas Merapi.

Indonesiainside.id, Yogyakarta — Warga sekitar ikut memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Bahkan beberapa kelompok warga mendirikan posko mandiri untuk memantau langsung aktivitas Merapi dari hari ke hari. Mereka mewaspadai kiriman banjir lahat dan semburan abu vulkanik.

Beberapa foto warga dari dekat menunjukkan luncuran lava pijar Gunung Merapi dengan jelas. Foto-foto tersebut diambil dari radius 500 meter hingga lebih dari satu kilometer (km). Padahal sebelumnya, pihak Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY sudah mengingatkan agar warga menjauh hingga di radius 3 km.

Luncuran lava pijar gunung merapi. Foto: Istimewa

Dari data BPPTKG selama 24 jam pada Minggu (13/1/2019), terjadi guguran lava sebanyak 15 kali. Sebanyak 14 kali guguran lava mengarah ke tenggara, satu ke arah selatan, dengan jarak luncur 100 hingga 600 meter. Selain itu, terjadi 73 gempa guguran, satu kali gempa tektonik, dan satu kali gempa hembusan.

Dari pantauan INI Network, sejak pagi tadi terjadi hujan cukup lebat di puncak dan lereng Gunung Merapi. Akibat hujan deras, pengamatan puncak Gunung Merapi secara visual terganggu. Sementara penduduk tetap waspada akan datangnya banjir lahar.

“Kondisi hujan cukup lebat, warga waspada akan terjadinya banjir lahar, karena cuaca cukup ekstrim,” ujar Widodo, perangkat Pemerintah Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (14/1)

Ngargomulyo, merupakan desa terakhir di lereng Gunung Merapi, karena hanya berjarak 6 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Azh/INI-Network)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here