Tak Ikut Beri Dukungan ke Jokowi, Ketum PB HMI Tegaskan Independensi HMI

Oleh: Nurcholis |

HMI mengajak masyarakat menyambut tahun politik dengan memperkukuh kesatuan sosial dan memperkuat gagasan nasionalisme  

Indonesiainside.id, Jakarta–Ketua Umum PB HMI, Saddam al Jihad, memilih untuk tidak melakukan jumpa pres bersama dengan Presiden RI Jokowi. Hal tersebut lantaran untuk menjaga independensi HMI terutama di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pilpres 2019.

“Saya sebagai Ketua Umum PB HMI, menegaskan bahwa HMI sebagai putera bangsa menjunjung tinggi sebagai Insan Pemersatu Bangsa dan menegaskan bahwa HMI menjaga Independensinya,” ungkapnya bersama puluhan ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI.

Dalam kesempatan itu pula, Saddam mengajak kader HMI dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut tahun politik ini dengan kegembiraan dan penguatan gagasan keindonesiaan yang utuh.

“Dalam kesempatan ini, kami juga mengajak kepada seluruh kader HMI dan masyarakat Indonesia secara umum untuk menyambut tahun politik ini dengan memperkukuh kesatuan sosial kita, memperkuat gagasan nasionalisme kita, agar kita dapat bersatu secara utuh di bawah naungan NKRI,”

Sebagaimana diketahu, hari Selasa (5/2) organisasi terbesar mahasiswa Islam ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-72. Acara perayaan tersebut berlangsung di kediaman Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Akbar Tandjung.

Pada perayaan ulang tahun ini juga turut dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, yang datang ke lokasi acara sekitar pukul 19.30.

Akbar Tanjung mengatakan dalam sambutannya, bahwa kader HMI memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Dengan mengutip pemikiran cendekiawan muslim yang juga aktivis HMI, Nurcholish Madjid (alm) Ia menegaskan bahwa dalam diri kader-kader HMI melekat dua nilai, yaitu nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

“Nurcholis Madjid mengatakan, nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan seperti dua sisi mata uang yang sama, yang tidak bisa dipisahkan,” tuturnya.

Tak lupa, Akbar memumuji Jokowi dengan mengatakan telah berhasil dalam membangun Indonesia selama kepemimpinannya itu. Ia bahkan mendoakan agar Jokowi bisa menjabat sebagai presiden lagi untuk lima tahun ke depan.

“Saya di hadapan saudara ingin mendoakan semoga Pak Jokowi dapat melanjutkan pembangunan di tahun-tahun yang akan datang. Kalau setuju mohon diaminkan,” ucapnya diikuti jawaban amin dari hadirin.

Selain perayaan hari ulang tahun HMI, acara ini juga dihelat sebagai uangkapan syukur atas gelar pahlawan nasional bagi Lafran Pane. Lafran Pane dianugerahi gelar pahlawan pada 2017 melalui Keputusan Presiden RI Nomor: 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Lafran Pane adalah tokoh pergerakan pemuda dan memprakarsai pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 5 Februari 1947.

Terlihat sejumlah tokoh dan pejabat negara yang hadir pada acara ulang tahun dan syukuran tersebut, antara lain Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Natsir, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil.

Selain itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD.  Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (cak)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here