Hina Bendera Tauhid, Mahasiswa USU Dihukum 1 Tahun Penjara

Oleh: Farida Noris |

Seorang mahasiswa di Sumatera Utara, Agung Kurnia Ritonga, divonis satu tahun penjara karena dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan penghinaan terkait bendera tauhid.

Indonesiainside.id, Medan — Masih ingat peristiwa pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat? Seorang mahasiswa di Medan, Agung Kurnia Ritonga (22), divonis 1 tahun penjara karena melontarkan kebencian di media sosial terkait protes umat Islam terhadap pembakaran bendera tauhid tersebut.

Bukannya menaruh kasih atau menghargai pendapat umat yang menentang bendera tauhid dibakar. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) ini malah mengejek mereka. Lewat akun Instagramnya, dia menyebarkan kebencian.

“Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya.”

Demikian dia membakar suasana yang sudah panas saat itu, Oktober 2018 lalu, lewat akunnya @patipadam. Kata-kata selanjutnya, lebih tidak pantas lagi diucapkan sebagai warga negara.

Lewat Pengadilan Negeri Medan, dia akhirnya dijatuhi hukuman 1 tahun penjara. Pemuda yang menjadi korban medsos ini dinyatakan terbukti melakukan ujaran kebencian yaitu menghina bendera tauhid.

“Menghukum terdakwa Agung Kurnia Ritonga dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara, denda Rp5 juta, subsider ,1 bulan kurungan,” ucap Ketua Majelis Hakim Erwan Effendi dalam persidangan yang digelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/3).

Agung yang mengenakan seragam tahanan berwarna merah hanya tertunduk saat mendengarkan pembacaan amar putusan.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nonor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Majelis hakim menyebutkan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu memecah kerukunan umat beragama. Namun karena dia sudah meminta maaf lewat Instagramnya dan kooperatif, hal itulah yang meringankan terdakwa.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU Rahmi Shafrina yang meminta agar pemuda berkacamata itu dihukum dengan 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 6 bulan kurungan. Menyikapi putusan ini, baik JPU dan terdakwa menyatakan menerima. “Terima majelis hakim,” ujar terdakwa didampingi penasehat hukumnya.

Agung didakwa dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan/mendistribusikan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Agung melakukan perbuatan itu karena protes terhadap orang-orang yang marah bendera tauhid dibakar. Perbuatan Agung sempat memantik kemarahan massa. Ratusan warga yang mengetahui postingan pemuda itu spontan mendatangi rumahnya di Jalan Puri Medan, Rabu malam (24/10).

Namun, mahasiswa semester IX itu telah dibawa keluarganya menyelamatkan diri. Warga pun melaporkan Agung ke Polda Sumut. Dia kemudian ditahan dan diadili. (Aza/Far/INI-Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here