HMI Cianjur Laporkan Caleg Lakukan Politik Uang

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jakarta — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cianjur, Jawa Barat, melaporkan calon anggota legislatif untuk DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan JP ke Bawaslu Cianjur, karena diduga melakukan pelanggaran pemilu dengan melakukan politik uang.

Ketua HMI Cabang Cianjur, Dede Romansyah di Cianjur Jumat, mengatakan laporan terkait dugaan politik uang yang dilakukan caleg dari dapil III Jabar itu, berdasarkan informasi yang didapat HMI melalui postingan di media sosial.

Dalam postingan tersebut terlihat video yang menunjukkan beberapa orang menerima amplop berisikan uang tunai Rp50 ribu serta stiker JP lengkap dengan nomor urut dan partainya.

“Begitu dapat informasi tersebut kami cek keaslian dan kebenarannya karena sudah viral di medsos. Dalam postingan tercantum alamat lengkap kegiatan kampanye yang diduga disisipi politik uang,” katanya.

Pihaknya langsung melakukan penelusuran ke lokasi dan berhasil bertemu dengan beberapa orang yang hadir dalam kegiatan kampanye tersebut.

Mereka menjelaskan jika memang beberapa hari lalu ada kegiatan kampanye JP di salah satu villa di Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, dalam acara tersebut dihadiri seratusan orang warga.

“Setelah kegiatan selesai, tepatnya setelah JP pulang, peserta yang hadir diberi amplop berisikan uang dan diberi stiker pencalonan JP. Jadi terpisah, diberi amplop dulu kemudian diberi stiker,” kata dia dikutip Antara.

Atas temuan informasi dan penelusuran di lapangan, pihaknya segera melakukan pelaporan ke Bawaslu Cianjur terkait adanya dugaan politik uang beserta barang bukti berupa amplop berisi uang, stiker dan “screenshoot” postingan.

Sementara Komisioner Bawaslu Cianjur Tatang Sumarna, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan dugaan politik uang yang dilakukan saat kampanye caleg DPR RI, JP.

Namun pihaknya akan mempelajari materi laporan terlebih dahulu, sebelum melakukan pengembangan dan memanggil pelapor serta terlapor yang melakukan politik uang.

“Kalau belum lengkap ada waktu tiga hari untuk melengkapi. Saya belum bisa berkomentar lebih lanjut karena harus dipelajari terlebih dahulu materi laporannya,” kata Tatang.

Dia menambahkan, jika terbukti ada unsur politik uang, pihaknya akan meningkatkan prosesnya.”Politik uang secara tegas dilarang dalam regulasi yang ada,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya menemukan satu temuan politik uang yang diproses dan telah berketetapan hukum yang dilakukan caleg untuk DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Nasdem. “Dengan adanya laporan ini, totalnya jadi dua kasus. Kami tidak akan main-main dengan politik uang, ancamannya caleg tersebut dapat dicoret sebagai peserta pemilu,” katanya. (cak)

Berita terkait

Usulan Parliamentary Threshold 7 Persen akan Makin Lahirkan Politik Uang

Indonesiainside.id, Bogor—Usulan kenaikan ambang batas parlemen atau "parliamentary threshold" pada pembahasan RUU Pemilu, akan membuat banyak suara rakyat pada Pemilu menjadi sia-sia. Hal ini...

Sepekan Tak Ada Kasus Positif Covid-19, Cianjur Masih Zona Kuning

Indonesiainside.id, Cianjur - Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal, menyatakan meski sudah sekitar sepekan tidak ditemukan kasus positif...

Jalur Puncak-Cianjur Sepi Sepekan Setelah Hari Raya

Indonesiainside.id, Cianjur--Volume kendaraan yang melintas di Jalur Puncak-Cianjur, Jawa Barat, terlihat sepi, sepekan setelah hari raya. Hal ini diduga akibat ketatnya pemeriksaan di perbatasan...

Satgas Gabungan Pulangkan Ratusan Kendaraan karena Langgar PSBB

Indonesiainside.id, Cianjur - Satgas Covid-19 Cianjur, Jawa Barat (Jabar) memperketat penyekatan dan pemeriksaan di perbatasan Puncak Pass-Bogor setelah volume kendaraan yang melintasi Cianjur kian...

Jubir: PSBB Parsial Jabar di Cianjur Berpotensai Diperpanjang

Indonesiainside.id, Cianjur - Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur, dr Yusman Faisal mengungkapkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial Jawa Barat...

Nelayan Cianjur Menganggur, Apa Solusi Pemerintah?

Indonesiainside.id, Cianjur  - Sebagian besar nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa berhenti melaut dan menganggur karena paceklik ikan dan larangan...

Pemeriksaan di Perbatasan Bandung Barat-Cianjur Terkesan Longgar

Indonesiainside.id, Cianjur - Pemeriksaan di perbatasan Bandung Barat-Cianjur, Jawa Barat (Jabar), memasuki hari kelima PSBB terkesan longgar meskipun petugas bersiaga sejak pagi hingga malam....

Kapolres Cianjur: Tindakan Tegas bagi Tempat Hiburan Malam yang Masih Beroperasi

Indonesiainside.id, Cianjur - Kapolres Cianjur, Jawa Barat (Jabar), AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, bakal menindak tegas tempat hiburan sekalipun remang-remang yang masih beroperasi pada...

Berita terkini

Pemkot Tangerang Gencarkan Pengolahan Sampah Gunakan Lalat Hitam

Indonesiainside.id, Tangerang - Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Tangerang  menggencarkan pengolahan sampah menggunakan larva dari lalat hitam yang mirip dengan tawon atau disebut Maggot...
ads3 mekarsari

Indonesia Manfaatkan Tingginya Kebutuhan Sabun Cuci dan Alat Kebersihan di Filipina

Indonesiainside.id, Jakarta - Indonesia memanfaatkan peluang ekspor atas tingginya kebutuhan sabun cuci dan alat kebersihan di Filipna. Pelaku usaha di Tanah Air diminta berusaha...

Hujan Deras, Pemukiman Warga Ciputat Terendam Banjir

Indonesiainside.id, Tangerang - Hujan deras yang terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan pada sore hari menyebabkan rumah warga dan beberapa ruas jalan terendam banjir. Indra,...

Akses Wisata Kepulauan Seribu Dibuka, 12 Pedagang di Pulau Tidung Positif Corona

Indonesiainside.id, Jakarta - Sebanyak 12 pedagang di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dinyatakan positif virus corona (COVID-19) usai uji usap tenggorokan pada 19...

Berita utama

Akses Wisata Kepulauan Seribu Dibuka, 12 Pedagang di Pulau Tidung Positif Corona

Indonesiainside.id, Jakarta - Sebanyak 12 pedagang di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dinyatakan positif virus corona (COVID-19) usai uji usap tenggorokan pada 19...

Pemkot Palembang Bersama TNI dan Polri Memburu Koordinator Pengemis dan Gelandangan

Indonesiainside.id, Palembang - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, serius memburu koordinator gelandangan dan pengemis yang semakin marak. Keberadaan pengemis terkoordinir ini mengganggu ketertiban umum...

Malaysia Laporkan Hanya 5 Pasien Sembuh, tapi Kasus Barunya 3 Orang, Nihil Meninggal selama 24 Hari

Indonesiainside.id, Jakarta - Malaysia melaporkan hanya 5 pasien sembuh dari kasus Covid-19 di negara itu. Namun, kasus barunya per hari ini, Selasa (8/7), hanya...

Jika Warga di Makassar Masih Bandel Juga, Mendagri Minta Gugus Tugas Sulsel Tak Kalah Garang

Indonesiainside,id, Makassar - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak kalah garang dari warga yang...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here