Warga Palestina Tolak Rencana ‘Perdamaian’ Versi Amerika

Foto: afp

Oleh: Nurcholis |

 

Indonesiainside.id, Jakarta–Ribuan warga Palestina keluar memprotes untuk memboikot rencana damai Asia Barat dalam sebuah loka karya oleh pemerintah AS yang dimulai di Bahrain hari ini.

Warga di Suriah dan Libanon juga dilaporkan bergabung dengan protes di negara mereka masing-masing sambil mengolok-olok Washington.

Lokakarya dua hari ini berfokus pada berbagai inisiatif ekonomi di wilayah Palestina.

Langkah inisiatif Presiden AS Donald Trump itu dianggap pengamat sebagai hal yang tidak lazim.

Upaya perdamaiannya di Asia Barat jauh berbeda dari beberapa upaya Washington sebelumnya, selama beberapa dekade terakhir.

Tidak ada konversi lahan, tidak ada negara Palestina atau masalah politik lainnya yang menyebabkan para diplomat buntu, selama beberapa dekade.

Pejabat administrasi Trump mengatakan semua masalah politik akan dibahas nanti.

Saat ini, program bertajuk ‘Kesepakatan Abad Ini’ diluncurkan dengan makan malam di Bahrain dalam apa yang disebut ‘lokakarya ekonomi’ dua hari di hotel-hotel mewah yang menghadap ke Teluk.

Lokakarya ini dipimpin Jared Kushner, Penasihat Senior untuk Presiden AS Donald Trump dan sekaligus menantun presiden, mengatakan bahwa boikot Palestina terhadap “kesepakatan abad ini” adalah “kesalahan strategis”.

“Kritik terhadap rencana Trump didasarkan pada emosi. Detailnya belum ditangani, ”kata Kushner dalam sambutannya yang dilansir Sky News Arabia.

Dia menekankan bahwa aspek politik dari rencana perdamaian Presiden Trump akan diumumkan pada waktunya, dengan catatan bahwa rencana ini bertujuan untuk meningkatkan kehidupan orang-orang Palestina dan Israel. Aspek ekonomi dari rencana itu terungkap akhir pekan lalu jelang konferensi “Damai untuk Kesejahteraan” hari ini di Ibu Kota Bahrain, Manama.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here