Jumlah Penduduk Bali Menurun, Jargon Dua Anak Cukup Dieliminasi

Ilustrasi

Oleh: Riki Z |

Indonesiainside.id, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah menggencarkan kampanye empat anak setiap keluarga. Kampanye ini mengeliminasi Program Keluarga Bencana (KB) dengan jargon “dua anak cukup”.

Di Bali, Program KB ditambah menjadi empat anak dengan berbagai argumentasi. Pertama, untuk meningkatkan tingkat produktivitas. Kedua, untuk meningkatkan tren penurunan jumlah penduduk. Tiga, kembali kepada pesan leluhur mereka yaitu empat anak dalam satu keluarga.

Angka bonus demografi di Pulau Bali belakangan terus mengalami penurunan. Pola pikir sebagian masyarakat di mana memiliki dua orang anak dianggap sudah cukup dengan dalih agar tidak merepotkan orang tua.

” Melihat kondisi di Bali saat ini di mana jumlah orang Bali malah trennya menurun. Sudah sepantasnya kita kembali pada ajaran leluhur kita yang menganjurkan empat anak. Yakinlah bahwa anjuran para tetua kita tersebut punya makna yang mendalam. Ada ungkapan banyak anak banyak rezeki, yang disadari atau tidak memang benar adanya. Janganlah kita lupakan warisan leluhur kita,” kata Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster.

Dia menginginkan ke depan, program KB di Bali ditambah menjadi empat anak. Program ini sudah sering digaungkan Gubernur Bali I Wayan Koster. Dia berharap kampanye empat anak bisa lebih tersosialisasikan di masyarakat Bali.

“Peran media sangat penting untuk sosialisasi, agar gaungnya lebih besar lagi. Didukung pula sosialisasi langsung, ke desa-desa, ke kantong-kantong masyarakat,” kata Putri Koster saat menerina jajaran Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Provinsi Bali di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar.

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini mengakui, selama ini pola pikir dua anak cukup yang selama berpuluh-puluh tahun dikampanyekan membuat jargon khas Program KB tersebut sudah demikian tertanam di masyarakat.

Dia berharap ke depan akan banyak aksi nyata untuk program ini antara lain dengan sinergitas program dan kampanye dengan jajaran Disdukcapil-KB Bali. “Karena ini sangat vital untuk kepentingan masyarakat dan Bali ke depan,” katanya.

Program KB dua anak cukup tertanam baik di kalangan masyarakat sehingga keturunan anak ketiga dan keempat nyaris langka. Dalam Krama Bali, anak ketiga disebut Komang dan Ketut. Bagi anak disebut Putu dan Made. (Aza/Ari/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here