BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama dengan Turki

- Advertisement -

Oleh: Arif S 

Indonesiainside.id, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjalin kerja sama dengan lembaga sejenis di Turki,  Sosyal Guvenlik Kurumu (SGK). Kerja sama itu meliputi banyak aspek tentang sistem jaminan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama SGK Turki, Mehmet Selim Bagli. Peresmian kerja sama kedua pihak dilakukan di kantor BPJS Kesehatan Jakarta, Senin (22/7).

- Advertisement -

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman tersebut mencakup kerja sama dalam hal sistem kolektibilitas iuran, pengumpulan risiko, dan strategic purchasing melalui penyelenggaraan seminar bersama, konferensi, pertemuan para ahli, pertukaran informasi, pendidikan dan pelatihan. Ada pula bentuk kerja sama lainnya yang akan disepakati kedua belah pihak.

“Sebagai negara dengan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, tidak mudah memang mewujudkan cakupan kesehatan semesta. Namun kami percaya, negara-negara lain yang telah mencapai universal health coverage (UHC) juga memerlukan waktu untuk berproses dan melakukan penyempurnaan di berbagai aspek, hingga akhirnya berhasil mencapai cita-cita tersebut,” jelas Fachmi dalam sambutannya.

Dia mengatakan BPJS Kesehatan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga luar negeri untuk saling bertukar keahlian, gagasan, dan praktik terbaik. Dengan harapan ini dapat menyumbang atau berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan JKN-KIS.

SGK Turki merupakan suatu lembaga penyelenggara jaminan kesehatan di Turki yang berdiri sejak tahun 2006. SGK Turki mengelola dua jenis jaminan sosial berdasarkan sifatnya. Pertama, jaminan sosial dengan benefit jangka pendek, seperti jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta jaminan persalinan.

Kedua, jaminan sosial dengan benefit jangka panjang, yang meliputi jaminan hari tua, jaminan pensiun dini akibat hal-hal tak terduga seperti kehilangan produktivitas akibat kecelakaan kerja, jaminan bagi penyintas atas musibah tertentu, tunjangan pernikahan, dan tunjangan pemakaman. SGK juga memiliki kesamaan dengan BPJS Kesehatan, yakni menyediakan jaminan kesehatan bagi warga negara asing (WNA) yang sudah tinggal di Turki.

Syaratnya, WNA tersebut harus tinggal setahun di Turki dan berusia di bawah 65 tahun. Adapun benefit yang bisa didapat antara lain jaminan pelayanan kesehatan di RS pemerintah dan potongan harga untuk penebusan obat.

“Meski punya kondisi dan tantangan yang berbeda, kami yakin kerja sama dengan SGK Turki ini dapat membuka jalan untuk mengembangkan sistem jaminan kesehatan sosial masing-masing negara,” ujar Fachmi. Sebelum Turki, BPJS Kesehatan juga telah menjalin hubungan kemitraan dengan sejumlah institusi internasional lainnya yang berkaitan dengan jaminan kesehatan sosial, seperti National Health Insurance Service (NHIS) Korea Selatan, Japan International Corporation Agency (JICA), The Health Insurance Review and Assesment Service (HIRA) Korea Selatan, hingga International Social Security Association (ISSA). (AS)

Berita terkini

Kejamnya Rezim Bashar al-Assad, Tetap Tidur Nyenyak Meski Banyak Anak-Anak Tewas Diterjang Peluru dan Bom Pasukannya

Indonesiainside.id, Al Bab - Seorang anak perempuan berusia 10 tahun tewas karena tertembak oleh pasukan rezim Bashar al-Assad pada Rabu(1/7) di distrik al-Bab, Suriah...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Uji Coba Buka Destinasi Wisata, Prambanan dan Ratu Boko Terapkan Protokol Kesehatan

Indonesiainside.id, Jakarta - PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menerapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan yang berkunjung...

Setelah 100 Hari Lockdown, Apa yang Terjadi di Inggris?

Indonesiainside.id, London - Banyak langkah dan perubahan yang telah dilewati Inggris selama masa pandemi. Terhitung hingga Selasa (30/6), Inggris sudah melewati 100 hari penerapan...

Menkes Selandia Baru Mengundurkan Diri Usai Kasus Covid-19 Muncul Lagi, Pak Terawan Bagaimana?

Indonesiainside.id, Wellington - Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark mengundurkan diri pada Kamis (2/7) usai mendapat kritik atas kekeliruan terkait fasilitas karantina yang menjadi...

Berita terkait

Hati-Hati Renang di Pantai Anyer, Pemuda Aceh Meninggal Digulung Ombak

Indonesiainside.id, Jakarta – Berhati-hatilah jika berwisata di pantai Anyer, Banten. Taatilah peraturan yang berlaku agar tak berdampak buruk seperti yang dialami salah seorang pemuda...

Partai Berkarya: Idealnya Ambang Batas Parlemen 0 Persen

Indonesiainside.id, Jakarta – Partai Berkarya menolak wacana ambang batas parlemen atau parliamentary thershold (PT) dinaikkan dari 4 persen menjadi 7 persen. Kenaikan ambang batas...

Respons Pemerintah Mengenai Aduan Bansos Dinilai Masih Lamban

Indonesiainside.id, Jakarta – Kanal pengaduan dan pengawasan bantuan sosial swadaya, Kawalbansos.id telah menghimpun sedikitnya 600 aduan mengenai keterterimaan bansos oleh masyarakat selama pandemi Covid-19....

Masyumi Reborn: RUU HIP Mendegradasi Nilai Pancasila

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengurus Masyumi Reborn, Dr Ahmad Yani, menjelaskan, sejak perumusan Pancasila pada 28 Mei dan 1 Mei hingga 10-17 Juli 1945 dalam...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here