5 Saran MUI Pada Taliban untuk Perdamaian Abadi di Afghanistan

MUI
Muhyidin Junaidi (tengah) beserta pimpinan teras. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Utusan kelompok pejuang Taliban mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) seturut dengan rangkaian kunjungan mereka di Jakarta. Delegasi sebanyak 8 orang itu dipimpin oleh Mullah Abdul Ghani Baradar dan disambut Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Muhyidin Junaidi beserta pimpinan teras.

“Beliau (Baradar) sebagai kaki tangan Mullah Muhammad Umar yang terbunuh dari Afganistan datang ke sini atas undangan Wapres menindak lanjuti pertemuan antarulama,” ujar Muhyidin di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (30/7).

Muhyidin mengatakan bahwa MUI tentunya menyambut baik kabar yang menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan angkat kaki dari Afghanistan. Muhyidin mengungkapkan, Taliban saat ini sudah menguasai 70% wilayah Afghanistan.

Kepada Baradar dan anggota delegasi, MUI memberikan beberapa masukan agar perdamaian di Afghanistan segera bisa diwujudkan. Pertama, MUI mengusulkan pembentukan komite perdamaian dan kebenaran untuk melakukan rekonsiliasi.

Kedua, MUI meminta agar ulama-ulama di sana mendirikan suatu badan perkumpulan ulama serupa MUI di Indonesia. Yang mana anggotanya terdiri dari pimpinan organisasi massa Islam dan lembaga keislaman di seluruh Afghanistan.

“Ketiga kita sarankan agar mereka sering melakukan kunjungan ke negara Indonesia guna memberi informasi terkini,” ujar Muhyidin.

Keempat, MUI mendorong pemerintah untuk berinisiatif menyelenggarakan pelatihan bagi kaum perempuan. MUI merasa terenyuh dengan banyaknya angka karena angka kematian menimpa perempuan akibat konflik tak berkesudahan.

“Mungkin wanitanya dilatih di sini selama dua, tiga, empat bulan atau Indonesia mengirim tenaganya ke sana untuk membantu sehingga angka kematian menurun,” tutur Muhyidin.

MUI juga menyatakan siap menerima dan menampung paelajar Afghanistan untuk mendapat pendidikan di Indonesia. Harapannya, mereka bisa menularkan nilai keislaman di Indonesia sepulangnya mereka ke tanah air.

“Mudah-mudahan ini jadi langkah awal perdamaian abadi di Afghanistan dan kita sangat berharap Afghanistan lebih stabil dan lebih maju. Taliban bilang kalau kami sudah merdeka, kami akan berikan prioritas pada Indonesia untuk kerjasama,” kata Muhyidin. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here