Warga Semarang Tolak Pembangunan Gereja, Ini Sikap Pemerintah

gereja
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Indonesiainside.id, Semarang – Warga Kota Semarang menolak pembangunan Gereja Baptis Indonesia di Jalan Malangsari No 83, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Pembangunan dihentikan warga dengan mendatangi lokasi gereja pada Kamis (1/8).

Warga menolak karena izin pendirian gereja sudah terlalu lama atau kadaluarsa. Warga sekitar juga belum mendukung penuh pendirian gereja yang dimaksud.

Agar tidak jadi kekisruhan yang mengarah pada tindakan anarkis atau gesekan fisik, pemerintah setempat langsung menggelar pertemuan. Mediasi diikuti oleh pihak gereja, warga yang menolak pendirian gereja, pihak kelurahan, RT/RW, Polsek, dan Koramil. Hadir juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan LBH Semarang di Kantor Kecamatan Pedurungan, Senin (5/8).

Camat Pedurungan, Kukuh Sudarmanto mengaku ingin mewujudkan Kota Semarang yang kondusif. Pihaknya ingin semua warga mendukung dalam membangun kondusifitas kota, termasuk kenyamanan menjalankan ibadahnya masing-masing.

Mediasi dilakukan demi mencari jalan tengah dan mencari solusi terbaik agar kedua belah pihak bisa saling memahami. Dengan demikian, tidak akan terjadi konflik horisontal antar warga yang membuat suasana Kota Semarang menjadi kurang kondusif.

“Setelah semua pihak dipertemukan, akhirnya muncul keikhlasan, kejujuran, kesabaran mereka. Bahwa sebenarnya ada hal-hal yang perlu untuk diperbincangkan besama,” ungkapnya.

Setelah dari kantor Kecamatan Pedurungan, rencananya mediasi akan dilakukan lagi di Kesbangpol Kota Semarang.

Sementara dari pihak gereja, Pendeta Wahyudi mengapresiasi upaya mediasi secara kekeluargaan yang difasilitasi pemerintah. Hal itu demi mewujudkan Kota Semarang sebagai kota yang aman, kondusif, sejuk.

“Selama ini Kota Semarang dikenal sebagai kota yang toleran, semoga bisa terwujud,” tuturnya. (Aza/Ags/INI Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here