Habibienomics, Konsep Ekonomi Jenius Ala BJ Habibie

habibie
Para pejabat dan tokoh yang melakukan takziah atas wafatnya BJ Habibie, salah satunya anggota BPIP Mahfud MD. Kamis (12/9). Foto: Istimewa

Oleh: Eko P

Indonesiainside.id, Jakarta – Banyak prestasi yang ditorehkan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Dia bukan hanya seorang teknokrat jenius, tapi juga seorang yang ahli dalam bidang ekonomi. BJ Habibie juga terkenal sebagai sosok yang religius, bahkan sejak umur tiga tahun sudah bisa membaca Alquran karena didikan kedua orang tuanya.

Dalam hal ekonomi, di awal masa kepemimpinan BJ Habibie, Indonesia kala itu dibekap dengan krisis ekonomi yaitu pada tahun 1998-1999. Guncangan ekonomi dunia membuat ekonomi di tanah air terdampak.

Pertumbuhan ekonomi negatif ditambah lagi dengan kurs rupiah atas dolar Amerika yang membumbung tinggi. Harga bahan pokok pun terkerek naik, masyarakat menjadi susah, imbas itu semua.

Memiliki dasar pendidikan sebagai insinyur penerbangan dan bukan sebagai ekonomi tak membuat Habibie menyerah. Tokoh yang mengidolakan Pak Harto ini memiliki ungkapan, “Failure only happens when we give up” atau “Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah.”

Habibie waktu itu mengibaratkan ekonomi dan rupiah seperti pergerakan aeronautika. Layaknya sebuah pesawat yang tengah terbang, maka di saat PDB dan kurs rupiah jatuh bebas maka hanya satu hal dapat menyelamatkan yaitu keseimbangan supaya tidak jatuh dan hancur.

Dia menyadari bahwa diperlukan tindakan cepat dan langkah yang tepat agar investasi masuk, investor percaya dan dolar kembali datang ke tanah air. Berbagai langkah pun dilakukan dalam waktu yang singkat. Salah satunya dengan membuat Bank Indonesia sebagai lembaga independen.

Habibie juga mengeluarkan kebijakan penjaminan uang simpanan masyarakat hingga 100 persen, ini juga ditambah dengan menaikkan suku bunga deposito sehingga rush atau penarikan uang besar-besaran dari bank bisa dihentikan.

Disisi politik, lelaki yang terkenal brilian dalam sains dan matematika sejak kecil itu juga membuka kran seluas-luasnya sistem multipartai, membebaskan tahanan politik serta menjamin kebebasan pers.

Upaya Habibie membuahkan hasil. Meskipun hanya menjadi Presiden RI hanya selama 1 tahun 5 bulan atau 512 hari (paling singkat). Ekonomi Indonesia akhirnya menuju kestabilan baru, pertumbuhan berbalik arah dari negatif menjadi positif dan kurs rupiah stabil. Bahkan dari Rp16.650 per dolar AS, hanya dalam waktu lima bulan berbalik hingga sempat menyentuh level Rp 6.500 per dolar sebelum dia lengser.

Wafatnya BJ Habibie menyisakan berbagai pemikiran yang tertuang dan layak diteladani. Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti mengatakan warisan BJ Habibie dalam bidang ekonomi adalah konsep Habibienomics.

“Penguasaan teknologi itu sangat penting dalam membangkitkan industrialisasi sektor ekonomi nasional,” kata Hertanti seperti dikutip dari Antara. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here