Operasi Sesar Habiskan Rp260 T Dana BPJS, Menkes: Dokter Harus Bekerja Berdasarkan Kriteria Benar

menteri kesehatan
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Salah satu biaya terbesar yang diklaim BPJS adalah operasi sectio caesarea atau operasi sesar. Ternyata biaya ini dinilai menjadi yang tertinggi, yakni mencapai Rp260 triliun. Belum lagi, biaya pengobatan penyakit jantung sebesar Rp10,5 triliun (data pada tahun 2018).

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyinggung kenaikan defisit anggaran BPJS ini. Menurutnya, BPJS harus menyesuaikan dana yang terbatas. “Kalau uangnya terbatas, ya pengeluarannya harus dibatasi,” kata Terawan kepada media di Gedung Kemenkes, Jumat (29/11) malam.

Lebih lanjut, Terawan menghimbau agar para dokter dan tenaga medis yang menggunakan dana BPJS melakukan pelayanan yang tidak melebihi kriteria anggaran.

“Saya menghimbau bekerja lah berdasarkan kriteria yang benar. Sectio caesarea aja perbandingannya yang menggunakan BPJS itu jadi 45 persen, sedangkan WHO membatasi hanya 20 persen.
Harus mengoreksi diri mana yang harus bener bener di sectio, mana yang tidak, agar tidak ada pembengkakan biaya. Kalau terjadi yang berlebihan tindakannya ya bangkrut,”jelasnya.

Terawan berpendapat, jika salah satu faktor penyebab defisit anggaran BPJS adalah tindakan yang dilakukan dokter terhadap pasien secara berlebihan. Menurutnya, hal tersebut membuat biaya klaim BPJS Kesehatan ke rumah sakit menjadi membengkak. (PS)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here