BPJS Watch: Lakukan Audit untuk Setiap Tindakan Medis

Ketua Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar. Foto: Anisa Tri K

Indonesiainside.id, Jakarta – Biaya melahirkan operasi sesar saat ini ditanggung dengan fasilitas BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena itu, Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengatakan, biaya ini dinilai menjadi yang tertinggi, yakni mencapai Rp 260 triliun. Belum lagi, biaya pengobatan penyakit jantung sebesar Rp 10,5 triliun (data pada tahun 2018).

Ketua Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar berpendapat jika permasalahan defisit anggaran ini harus dilakukan audit ulang. “Perlu ada audit secara medis mengenai rujukan dokter yang menyarankan operasi,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (1/12).

Berdasarkan catatannya, jumlah ibu yang melakukan persalinan melalui operasi lebih banyak daripada yang normal. Sejak Januari hingga November 2019, jumlah ibu yang melahirkan melalui operasi sesar mencapai 586.690 orang. Sementara, ibu dengan persalinan normal hanya 273.198 orang.

Penanganan persalinan juga ia katakan terlihat berlebihan dengan jumlah tagihan operasi cesar mencapai Rp 5 triliun. Mengingat, rasio kelahiran bayi dengan cesar di Indonesia saat ini mencapai 45%.

Timboel juga menyoroti keputusan dokter yang memperbolehkan pasien pulang lebih cepat. “Ada fraud (manipulasi) di situ dengan berkali-kali datang, kan biaya jadi membengkak,” ucapnya. Menurutnya, hal ini membuat klaim biaya pengobatan untuk berobat kembali terus naik.(*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here