Artis Korea Kembali Tewas, Copycat Suicide Jadi Salah Satu Pemicu

Artis Korea, Cha In Ha, ditemukan meninggal, Selasa (3/12). Foto: unilad

Indonesiainside.id, Jakarta – Dunia hiburan Korea Selatan kembali berduka. Aktor Cha In-ha ditemukan tewas di rumahnya di Seoul. Melansir Soompi, Rabu (4/12), Menurut laporan, pria berusia 27 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya oleh manajernya. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian belum terungkap.

Cha menambah deretan bintang muda Korea ketiga yang meninggal dalam waktu dua bulan. Sebelumnya, penyanyi Sulli terlebih dahulu meninggal karena bunuh diri, dan tidak lama, sang sahabat Goo Hara juga dikabarkan meninggal dunia.

Menurut dr. Andreas Kurniawan, spKJ spesialis kedokteran jiwa dari Rs Gading Pluit Jakarta mengatakan, ada sebuah proses psikologis yang terjadi pada orang yang menderita depresi.

“Orang yang mengakhiri hidup, mau menghentikan rasa sakit. Mereka mencari jalan keluar dari rasa sakitnya. Nah, dalam kondisi seperti depresi misalnya, cara yang terpikir oleh mereka untuk menghentikan rasa sakit adalah dengan keluar dari hidupnya,” jelas Andreas kepada redaksi Indonesiainside.id, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, Andreas menjelaskan, rasa sakit yang dimaksud memiliki banyak macam. Seperti tekanan dari gaya hidup, bullying, dan banyak lagi.

“Makanya orang lain bisa melihat hidup mereka baik-baik saja, tapi mungkin saja ada rasa ada rasa sakit di dalam diri mereka yang tidak terlihat. Apalagi sebagai public figure, kadang ada tekanan untuk tidak memperlihatkan perasaannya,” ujarnya.

Melihat fenomena kematian bunuh diri yang tengah terjadi saat ini, Andreas menjelaskan jika fenomena tersebut dikenal dengan istilah copycat suicide. “Ketika satu kabar bunuh diri diberitakan, biasanya orang terkenal, ternyata hal ini bisa berisiko menimbulkan pikiran untuk melakukan perilaku menyakiti diri juga,” ungkapnya.

Selain itu, kematian idola atau public figure juga memiliki dampak kepada penggemar sang idola. Ada juga yang namanya _Werther Effect. Artinya, ketika ada satu kasus bunuh diri diberitakan, apalagi cukup besar, maka bisa memicu orang tertentu untuk mengikuti perilaki bunuh diri juga.

“Biasanya yang mengikuti adalah remaja atau orang muda, karena mereka populasi yang relatif mudah terpengaruh. Hal ini bisa dipicu oleh peristiwa yang diawali dari kasus orang terkenal seperti penyanyi atau artis, atau bahkan teman dekat,” jelasnya.

Saat Anda menemukan berita atau cerita yang membuat tidak nyaman, segera cari tempat yang dipercaya untuk bercerita apa yang sedang Anda rasakan. Andreas menyarankan, jika Anda merasakan pikiran atau dorongan negatif, segera hubungi psikolog klinis atau psikiater yang berkompeten. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here