MUI Sarankan FPI Tak Perpanjang Kasus Gus Muwafiq

Gus Muwafiq
Gus Muwafiq saat mengisi tausiyah pada kegiatan Kenduri Nusantara di Benteng Vastenburg. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta para da’i agar berhati – hati memilih diksi ceramah ketika menjelaskan ke masyarakat. Sebab, salah-salah bisa memicu kesalahpahaman.

Seperti yang dialami oleh Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq saat menjelaskan masa kecil Rasulullah. Konten ceramahnya justru berujung laporan hukum oleh Front Pembela Islam (FPI).

“Dalam membuka ceritanya (ceramah) jangan memakai diksi yang bisa menyinggung perasaan. Cari diksi yang baik,” ujar Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis kepada Indonesiainside.id.

Adapun soal pelaporan dengan tuduhan menistakan agama, MUI menyarankan agar masalah ini tak diperpanjang. Pada satu sisi, Gus Muwafiq juga sudah menyampaikan permintaan maaf.

Saling lapor atas tuduhan penistaan bisa memicu friksi di kalangan masyarakat dan rentan memecah persatuan. Karenanya, MUI menekankan agar para pelapor bersikap arif dan bijaksana.

Baca Juga:  PP Muhammadiyah: Ekspor Benih Lobster Hanya Membuat Vietnam Tambah Kaya

“Kalau di akar rumput kan bagaimana tergantung tingkat pimpinannnya, memang ada rasa subyektif bahwa Gus Muwafiq menistakan Nabi Muhammad,” sambungnya.

Namun, kata Kyai Cholil, tudingan penistaan masih berdasar dugaan. Soal ini, Gus Muwafiq telah memberikan penjelasan dan meminta maaf.

“Dia (Gus Muwafiq) sudah minta maaf. Sudahlah, maafkan. Kalau besok ulang lagi baru enggak ada maaf,” kata Kyai Cholil.

Kyai Cholil meminta agar para petinggi ormas turut menjaga persatuan di kalangan masyarakat. Caranya, dengan duduk bareng mengungkapkan maksud hati dan saling memahami.

Baca Juga:  LPPOM MUI: Kesadaran Masyarakat Lakukan Sertifikasi Halal Masih Rendah

“Pimpinannnya memberi penjelasan. Kalau enggak setuju ya boleh saja lewat jalur hukum, kita enggak bisa melarang karena itu hak warga,” katanya.

Front Pembela Islam (FPI) tidak ingin terjadi penistaan agama khususnya terkait pribadi Rasulullah SAW sehingga berinisiatif melaporkan penceramah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Menurut Tim Bantuan Hukum FPI, pernyataan Gus Muwafiq dalam ceramahnya terkait pribadi Rasulullah di Purwodadi, Jawa Tengah, berpotensi membuat akar rumput ikut-ikutan meremehkan Nabi. Karena itu, FPI memandang penyelesaian secara hukum itu penting.

“Justru kami melaporkan agar tidak ada lagi penistaan di kalangan akar rumput,” ujar Tim Bantuan Hukum FPI, Aziz Yanuar menjawab kekhawatiran terjadinya perselisihan antarumat Islam, saat dihubungi. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here