Menteri ESDM Pastikan Harga Biosolar Tidak Naik

Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan bahwa harga jual biosolar tidak akan naik, meski program mandatori biodiesel 30 person (B30) diterapkan 1 Januari 2020.

“Harga jual biosolar di SPBU tidak akan mengalami kenaikan alias tetap, yakni Rp5.150 per liter,” kata Arifin, Sabtu (28/12).

Adapun saat ini memang sedang terjadi tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO). Kenaikan harga CPO dipengaruhi meningkatnya permintaan dalam negeri terhadap minyak kelapa sawit.

Walaupun ada kenaikan dari sisi bahan baku biodiesel (CPO), Arifin menegaskan, pemerintah tetap mengupayakan tidak ada kenaikan harga jual biosolar di pasaran. “CPO itu kan naik juga karena B30,” ujar Arifin.

Seperti kita ketahui selisih harga ini ditanggung melalui insentif Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sehingga masyarakat tetap akan menikmati biosolar ini dengan harga yang sama.

Harga biosolar B30 tetap akan dijual mengikuti ketetapan harga untuk BBM jenis Solar yang tidak mengalami kenaikan sejak ditetapkan 1 April 2016 lalu, yakni Rp 5.150 per liter.

Untuk diketahui, formula harga dasar BBM jenis solar masih mengacu kepada formula 95 persen HIP (harga indeks pasar) minyak solar plus Rp802 per liter.

Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1980 K/10/MEM/2018 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Minyak, HIP Minyak Solar didasarkan kepada seratus persen harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) jenis Gas Oil 0,25 persen sulfur. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here