Terlibat Investasi Bodong, Polda Jatim Periksa Kadivpas Kemenkumham Riau

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan.

Indonesiainside.id, Pekanbaru – Tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur periksa Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau, Maulidi Hilal. Dia diperiksa terkait kasus investasi bodong pada aplikasi MeMiles, yang memiliki omzet ratusan miliar rupiah.

Pemeriksaan dilakukan di kantor Ditreskrimsus Polda Riau, di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Selasa (14/1). Pemeriksaan dilakukan sejak siang hingga sore hari tadi.

Hadir langsung dalam pemeriksaan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan. Dia langsung mengorek informasi terkait investasi bodong tersebut dari Maulidi.

Gidion menjelaskan, dalam pemeriksaan kasus investasi bodong MeMiles ini, Maulidi masih berstatus sebagai saksi. “Diperiksa sebagai saksi,” ungkap Gidion.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau itu menjelaskan, pemeriksaan terhadap Maulidi merupakan rangkaian dari penyidikan yang dilakukan timnya pada kasus investasi bodong bernilai ratusan miliar itu. Dia mengatakan, Maulidi pernah memberikan testimoni tentang investasi itu melalui media sosial.

“Pemeriksaan ini dasarnya dari pemeriksaan terdahulu, termasuk pencarian jejak digital. Sudah muncul di medsos, ada satu testimoni yang disampaikan yang bersangkutan. Sehingga kita klarifikasi,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Gidion menjelaskan bahwa Maulidi merupakan peserta investasi tersebut. Dia bahkan sudah mendapatkan dua unit mobil mewah dari investasi tersebut. Berdasarkan penelusuran, dua mobil yang sudah didapatkan itu diantaranya adalah Pajero dan Fortuner. Dua mobil tersebut, kata Gidion, akan segera disita.

“Hasil pemeriksaan kita, dia (Maulidi, red) memang beberapa kali melakukan top up ke MeMiles. Keikutsertaan beliau sudah cukup lama. Dia memang dapat kendaraan, satu di Pekanbaru dan satu lagi di Jakarta. Sesuai komitmen penyidik, mengembalikan aset sebanyaknya. Semua kita keep,” katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, tim penyidik sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Diantaranya adalah Direktur PT Kam n Kam berinisial KTMn(47), Manajernya yang berinisial FS (52), kemudian ada ML yang merupakan Motivator serta salah satu tim IT aplikasi MeMiles berinisial PH. (Bayu)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here