Sudah 80 Hektare Hutan Riau Terbakar, Gubernur Belum Tetapkan Status Siaga

Kebakaran hutan/ilustrasi

Indonesiainside.id, Pekanbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi Pemerintah Provinsi Riau. Apalagi, tahun 2020 ini, diperkirakan musim kemarau berlangsung selama 7 bulan, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan karhutla yang lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, wilayah Riau sudah mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau, yang diperkirakan sudah akan terjadi di awal Februari 2020 mendatang. Sejumlah peristiwa kebakaran hutan juga sudah terjadi. Kepolisian Daerah (Polda) Riau bahkan telah menangkap sembilan orang pelaku pembakar lahan, dengan lahan terbakar seluas hampir 80 hektare.

Meskipun sudah puluhan hektare hutan dan lahan terbakar, namun hingga kini Gubernur Riau, Syamsuar, belum juga menunjukkan akan menetapkan status siaga darurat karhutla. Padahal, sebelumnya dia mengatakan akan menetapkan status siaga darurat karhutla pada Januari 2020.

“Januari sudah kita tetapkan status siaga darurat karhutla 2020 untuk antisipasi kebakaran pada Februari dan Maret,” ujar Syamsuar 11 Desember 2019 lalu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan, bahwa penetapan status siaga darurat karhutla masih menunggu penetapan dari masing-masing kabupaten dan kota.

“Kita tunggu dulu penetapan dari kabupaten/kota,” ungkap Edwar kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu lalu.

Edwar mengatakan, pihaknya masih menunggu analisa cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dia menyebutkan, pihaknya akan mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menetapkan status siaga apabila benar-benar sudah memasuki musim kemarau.

“Kalau hasil analisa BMKG sudah tidak ada hujan, kita akan dorong mereka (pemerintah kabupaten dan kota, red) untuk segera menetapkan (status siaga). Karena pemprov baru akan melakukan pendampingan jika status siaga sudah ditetapkan,” terangnya. (Bayu)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here