Fahri Hamzah: Ya Allah, Nikmatnya Pensiunan itu

Fahri Hamzah Antara
Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, meluapkan curahan hatinya usai tak bertugas lagi sebagai wakil rakyat di Senayan. Ia itu resmi menjadi pensiunan DPR pada 30 September 2019 lalu.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu memulai karinya di Senayan pada tahun 1998. Ia masih menginjak usia 27 tahun saat terpilih sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Kemudian, pada tahun 2004 ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sampai 2019. Itu artinya, pria kelahiran NTB itu menghabiskan waktunya selama 15 tahun sebagai wakil rakyat.

“Sejak usia 33 tahun. Sekarang ini baru 48 tahun dan baru merasakan pensiun,” ujar Fahri melalui laman resminya, Ahad (19/1). Ia menyebut pensiun setelah bekerja panjang dalam negara memberikan banyak waktu untuk memikir ulang semuanya.

Tak hanya itu, Fahri mengaku mampu menemukan jawaban atas apa yang sebelumnya tidak ia temukan dalam negara. Ia mengaku bersyukur karena bisa menikmati menjadi orang biasa dj luar pemerintahan.

“Mungkin takkan lama, tapi jeda ini luar biasa. Jeda yang memberikan kembali hak-hak jiwa dan pribadi untuk hadir sepenuhnya dan seutuhnya. Pensiun ketika tenaga kita masih kuat akan memberikan optimisme untuk melompat. Karena itu mungkin pensiun dini perlu jadi gerakan,” tutur Fahri.

Setelah merasakan kenikmatan sebagai pensiunan, Fahri mengaku ingin mengusulkan agar pensiun didefinisikan sebagai awal, bukan akhir. Sebab, World Health Organization (WHO) mendefinisikan pemuda itu sampai umur 65 tahun. Di atas itu disebut paruh baya (middle aged).

“Sehingga kita gak mengenal pensiun dan krisis umur seperti sebelumnya,” ucap Fahri.

Menurut dia, pada dasarnya hidup terus berjalan. Tenaga harus bertambah. Kekuatan harus terus berkembang, kedewasaan pin demikian.

“Kematangan dan pengalaman harus terus menjadi karakter yang membuat kita semakin merasa hadir dan berguna bagi banyak orang. Juga bagi diri dan keluarga,” ujar dia.

Maka itu, dia menganjurkan kepada segenap insan untuk hadir sepenuh hati, merdeka dan menjadi diri sendiri. Menilai hari dengan zikir dan doa, bekerja dan bertaburan mencari rezeki yang halal dan legal serta terus menyiapkan masa depan yang cerah.

“Ya Allah, Nikmatnya pensiun itu…” ujar dia.(*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here