Anak Didik Tewas Tanpa Kepala, Dua Bunda PAUD Dijemput di Rumah dan Jadi Tersangka

Polisi menetapkan bunda SY (kiri) dan bunda ML (kanan) sebagai tersangka atas kelalaian yang meniggalnya Ahmad Yusuf, anak didi PAUD Janaatul Athfaal Samarinda.

Indonesiainside.id, Samarinda – Polisi akhirnya menetapkan pengasuh bernama Tri Suprayanti (SY), 52  dan pengajar berinisial Marlina (ML), 26 sebagai tersangka.

Itu atas hilang dan meninggalnya murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yayasan Jannatul Athfaal Samarinda bernama Ahmad Yusuf Ghozali (4) pada 22 November tahun 2019 lalu.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu Inspektur Dua (Ipda) Muhammad Ridwan bersama anggotanya menjemput langsung SY dan ML pada Selasa malam (21/1) dan langsung ditingkatkan statusnya yang selama ini sebagai saksi kini menjadi tersangka.

“Polisi telah melakukan gelar perkara dan kami mengenakan pasal 359 tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman hukumannya bisa di atas lima tahun,” tegas Ridwan, Rabu (22/1).

Dijelaskannya, upaya pengungkapan kasus kehilangan dan kematian secara misterius almarhum Yusuf ini, terus dilakukan. Hingga pada Selasa, hasil tes DNA beberapa bagian tubuh Yusuf menyatakan kebenaran tentang jasad yang ditemukan di selokan air, adalah jasad Ahmad Yusuf Ghozali.

“Yusuf ini kan meninggal karena disebabkan oleh kelalaian pengasuh PAUD yang pada saat proses belajar mengajar. Jadi harus ada yang bertanggungjawab. Artinya, polisi sementara menyimpulkan bahwa Yusuf meninggal karena tercebur ke air di aliran parit tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka pengasuh dan pengajar PAUD Jannatul Athfaal SY dan ML, mengaku pasrah akan musibah yang menimpa diri mereka. ML mengatakan, hilangnya Yusuf dari pengawasan mereka berlangsung sangat cepat manakala dirinya meninggalkan anak didiknya ke toilet.

“Itupun tidak lama, sekitar lima menit. Selama saya di toilet, ada bunda SY yang mendampingi,” ucap ML.

Sementara itu, bunda SY juga menyatakan siap bertanggungjawab atas kelalaian ini. Ia menyatakan rasa sedih karena turut merasakan kehilangan almarhum Yusuf.

“Saya juga punya dua anak dan satu orang cucu. (Saya) turut merasakan (kesedihan),” ujarnya berkaca-kaca.

Kematian Yusuf memang menghebohkan, karena Yusuf hilang dan ditemukan meninggal dunia beberapa hari kemudian saat dititipkan di PAUD Yayasan Jannatul Athfaal. Jasad Yusuf terseret arus air sejauh lebih kurang 4 kilometer dan ditemukan tanpa kepala.

Teka-teki kematian Yusuf ini, hingga kini belum terungkap sepenuhnya hingga polisi menetapkan dua tersangka dari pengasuh PAUD untuk bertanggungjawab atas kelalaian yang menyebabkan kematian.(YAN)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here