Siaga Virus Corona, Bandara Kaltim Awasi Turis Singapura

Seorang petugas bersiaga di Bandara APT Pranoto Samarinda untuk memantau kedatangan penumpang dalam rangka pencegahan masuknya virus corona ke Kaltim.

Indonesiainside.id, Samarinda — Dua bandara utama di Kalimantan Timur yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APTP Pranoto) di Samarinda, turut memantau penumpang yang ke Kaltim.

Di Bandara SAMS yang memiliki penerbangan langsung internasional dari Singapura, alat thermoscanner untuk memantau suhu tubuh penumpang terpasang di pintu kedatangan.

“Kami telah mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan untuk pencegahan dan penanganan masalah ini. Semua petugas diharapkan telah mampu jika menemukan penumpang yang suspect virus corona yang mematikan ini. Apalagi kan penerbangan dari Singapura, sehari tiga kali,” ujar General Manager Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha, Jumat (24/1).

Bahkan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud telah didampingi Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Ratna Sahdewi telah meninjau alat thermoscanner ini, untuk memastikan pelayanan dan pencegahan virus ini masuk ke Balikpapan.

Ratna Sahdewi mengimbau warga Kaltim, khususnya Balikpapan untuk menunda jika memiliki rencana bepergian ke luar negeri, khususnya ke Tiongkok. “Sebaiknya ditunda (perjalanan ke luar negeri) karena virus corona ini sangat ganas dan belum ada obatnya,” imbaunya.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas II Samarinda telah menyiagakan petugasnya di Bandara APT Pranoto sejak dua pekan silam. Sedangkan untuk pengawasan di luar bandara, menjadi tanggungjawab masing-masing kabupaten dan kota. Misalnya pelabuhan laut antar negara.

“Alhamdulillah, hingga kini kita belum menemukan penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius. Artinya nihil. Namun kita terus tetap waspada,” tegas Heru, seorang petugas yang berjaga.

Di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kepala Seksi Pelayanan Bandara APT Pranoto Samarinda, Rora Ardian mengatakan, walaupun bandara APTP Samarinda tidak memiliki penerbangan internasional, tetapi pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk penumpang yang transit.

“Kita siaga karena di APT Pranoto juga melayani penerbangan direct dari Jakarta dan Surabaya. Bisa saja para penumpang yang tiba merupakan penumpang dari penerbangan internasional,” ujarnya.

Dalam keterangan di laman Kementerian Kesehatan, saat ini telah terpasang sebanyak 135 alat thermoscanner di pintu keluar masuk Negara Indonesia.

“Sebanyak 135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Yang paling awal bisa dideteksi adalah dengan thermoscanner untuk mendeteksi suhu tubuh, Kalau ada orang dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, maka posturnya terlihat berwarna merah pada thermoscanner,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr Anung Sugihantono,M.Kes di Jakarta.(YAN)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here