Pengamat: Pemerintah Harus Antisipasif Penyebaran Virus Corona

Arya Sandhiyudha
Pengamat Politik Internasional, Arya Sandhiyudha. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengamat Politik Internasional, Arya Sandhiyudha, meminta pemerintah mengantisipasi jalur masuk perhubungan dan Imigrasi untuk mencegah penyebaran virus Corona Wuhan.

“Indonesia musti sangat waspada. Pemerintah Tiongkok saja mengisolasi provinsi terdampak. Kita musti lebih protektif demi warga negara kita,” kata Arya melalui pesan singkat di Jakarta, Ahad (26/1).

Menurut dia, Indonesia tidak boleh merasa aman dengan pernyataan sementara bahwa tidak ada yang terdampak. Sebab, Laboratorium Northeastern University melakukan analisa, kemungkinan jumlah faktual yang belum terdeteksi bisa 10 kali lipat lebih besar.

Arya menyaranalan tiga sektor lebiajkan yang bisa diterapkan oleh pemerintah. Pertama, pada sektor kesehatan dan masyarakat. Pemerintah harus siap-siaga Corona Wuhan harus segera diumumkan.

“Seperti himbauan secara resmi bagaimana prosedur pertama jika ada pasien suspect positif,” tutur dia.

Kedua, sektor perhubungan dan imigrasi, sebab lalu-lintas penerbangan dari Tiongkok ke bandara bandara Indonesia tiap hari ratusan pesawat.

Ketiga, sektor industri, minerba, dan ESDM. ada sekitar 40-50 perusahaan Tiongkok di Indonesia dengan ratusan ribu warga negara Tiongkok di wilayah ini Pengawasan Orang Asing (POA) musti diperketat.

“Begitupun terhadap potensi banyak sekali Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok yang akan masuk,” ujar Arya.

Dia mengatakan, pemerintah Tiongkok saja langsung mengisolasi provinsi Hubei dan sekitarnya. Maka itu, Pemerintah RI juga harus jauh lebih protektif terhadap warga negara Indonesia.

“Jalur masuk dari Tiongkok atau arus masuk warga negara asal Tiongkok harus diantisipasi dan sangat dibatasi,” ujar dia.

Dia mengatakan, kerjasama dengan Tiongkok melalui the Belt and Road Initiative melalui perdagangan dan infrastruktur tentu tetap berjalan. Namun, darurat virus tersebut memperlihatkan sebuah penyakit lokal yang telah menjadi ancaman global.

“Ini the Belt and Road Pandemic namanya. Musti antisipasi dan cegah tangkal dampaknya ke Indonesia,” turur Arya.

Menurut ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona sangat cepat bisa memproduksi menjadi 2,5 kali lipat. Artinya, satu orang terinfeksi bisa menularkan ke 2,5 kali lebih banyak orang.

Pada 3 Januari 2020 tetspas5 44 kasus, namun 2 pekan kemudian melonjak menjadi 198 kasus. Kemudian, 21 Januari menjadi 444 pasien terinfeksi virus. Pada 23 Januari, 644 kasus dan pada hari berikutnya berpotensi menjadi 830 kasus. Virus ini telah berpotensi menjadi Global Pandemic.

Per hari ini, Virus Corona Wuhan Wuhan telah membuat lebih dari 1.300 orang sakit terkena kasus, Hingga Sabtu pagi, setidaknya 41 orang telah tewas, semuanya di Tiongkok. Begitupun terdapat 3 di Perancis, 2 di Australia, 2 di Amerika Serikat, serta 1 Kanada.

Sementara, yang paling terdekat sudah masuk ke kawasan Asia Tenggara, yakni 3 di Singapura. Semua negara itu memiliki keterkaitan dengan warga asal Tiongkok. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here