Dugaan Aliran Dana Jiwasraya dalam Pemilu 2019, Muhammadiyah: Investigasi Secara Terbuka

Busyro Muqoddas
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, Jakarta, Rabu (29/1). Foto: Suandri Ansah /indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendorong investigasi untuk menelusuri aliran dana PT Asuransi Jiwasraya dalam Pemilu 2019. Baik yang mengalir ke partai politik tertentu maupun tim kandidat presiden.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Busyro Muqoddas menilai pernyataan SBY merupakan hal positif. Busyro bahkan mendorong Demokrat menempuh upaya prosedural.

“Akan lebih positif jika pak SBY dengan jajarannya yang berkepentingan merumuskan indikator berupa kekhawatiran yang terkait dengan pemilu dulu,” ujar mantan pimpinan KPK ini ditemui di PP Muhammadiyah Jakarta, kemarin.

Pertama, kata Busyro SBY dan jajarannya disarankan “sowan” ke Kejaksaan Agung yang menangani kasus ini. Kedua, dia menekankan agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan terbuka.

“Sebaiknya tidak berhenti pada statmen, tempuh langkah prosedural, kan Pak SBY tak lepas dari partai. Demokrat perlu pelopori statmen itu dalam area publik lebih luas,” kata Busyro.

Busyro menambahkan, dugaan aliran dana PT Asuransi Jiwasraya dalam Pemilu 2019 bisa menjadi agenda kajian masyarakat sipil dalam rangka mengawal demokrasi. Lewat momentum ini, masyarakat diminta bersikap kritis dalam rangka menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintahan.

“Fungsi kontrol terhadap Kejaksaan Agung . Sementara Kejaksaan Agung saat ini sudah cukup baik di tengah KPK yang sekarat sekarang,” imbuhnya.

Sebelumnya, SBY menyatakan bahwa investigasi ini penting dilakukan untuk menjawab pertanyaan dan praduga kalangan masyarakat. Bahwa dalam kasus Jiwasraya ini dicurigai ada yang mengalir ke tim sukses Pemilu 2019 yang lalu.

“Baik yang mengalir ke partai politik tertentu maupun tim kandidat presiden. Tuduhan ini persis dengan yang saya alami ketika dilakukan bail-out Bank Century dulu,” jelasnya.

Menurut SBY, hal ini penting dilakukan untuk membersihkan nama baik partai politik dan Presiden Jokowi sendiri, penyelidikan tentang hal ini patut dilakukan. Biar gamblang, dan rakyat mendapatkan jawabannya.

“Saya pribadi tidak yakin kalau Pak Jokowi sempat berpikir agar tim suksesnya mendapatkan keuntungan dari penyimpangan yang terjadi di Jiwasraya tersebut,” katanya. (*/Dry)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here