DPR Kritisi Kesakralan Tempat Wisata Religius Candi Borobudur dan Prambanan

Suasana rapat DPR RI
Suasana rapat dengar pendapat para Anggota DPR RI Komisi VI dengan perusahaan BUMN Pariwisata, Jakarta, Selasa (4/1). Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indoensiainside.id, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI mengkritisi kesakralan dari tempat wisata religius Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Hal ini karena banyak wisatawan yang datang kesana tidak menghormati kesakralan dua candi tersebut.

“Sebenarnya ini Candi Borobudur tempat beribadah bagi agama budha tapi kenapa banyak wisatawan yang memakai tanktop dan celana pendek. Di Angkor Wat saja yang tempat ibadah dan wisata juga, masuknya harus lepas sepatu,” ujar Anggota DPR RI Komisi VI, Evita Nursanty, di Gedung MPR / DPR RI, Jakarta, Selasa (04/2).

Evita juga mengatakan, pihak pengembang wisata Borubudur bisa membuat peraturan bagi para wisatawan yang berbaju terbuka untuk menutup baju terbukanya dengan kain, sebagai penghormatan Candi Borobudur sebagai tempat ibadah. “Kainnya itu bisa disewakan atau bahkan dijual. Jadi dari peraturan itu bisa menghasilkan pendapatan, ” tambah Evita.

“Saya juga menyayangkan banyak sekali ibu yang mendudukan anaknya di batu dinding Borobudur untuk berfoto. Kalau bisa dikasih jarak untuk semeter untuk berfoto di kawasan Borobudur,” tambah Evita.

Anggota DPR RI Komisi VI, I Nyoman Parta juga menayangkan kelakuan wisatawan di Candi Prambanan. “Candi Prambanan ini tempat ibadah agama Hindu kita saja mau beribadah kesina susah izinnya tapi banyak wisatawan yang berfoto di bibir candi,” ujar I Nyoman Parta, di Gedung MPR / DPR RI, Jakarta, Selasa (04/2).

“Harus ada regulasi mengenai berfoto ini. Sekaligus perizinan untuk ibadah di Candi Prambanan,” tambah I Nyoman Parta. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here