Haris Azhar Nilai Pemerintah dalam Menangani Pandemi Covid-19 Amatiran

HARIS AZHAR
Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar. Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar, menilai pemerintah dalam menangani pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) amatiran dan kebijakan yang dikeluarkan tidak berdasarkan fakta ilmiah. Pemerintah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Hal yang aneh bagi Haris Azhar, saat situasi masyarakat tengah khawatir, pemerintah justru tidak hadir dalam wajah yang menyenangkan dan memberi jaminan perlindungan bagi masyarakat. Pemerintah bahkan mementingkan puluhan ribu TNI-Polri untuk mengontrol kedisiplinan masyarakat.

“Pemerintah hari ini itu sok tahu, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) aja angkat tangan, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) juga angkat tangan. Sains tidak digunakan, kecerdasan dan kenormalan public policy itu juga tidak dilakukan, tiba-tiba tentara dan polisi mau mengamanin mall,” kata Haris Azhar dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (27/5).

Haris Azhar menegaskan, pemerintah saat ini tidak memberi perlindungan dan jaminan kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemerintah bukan resonansi dari masyarakat.

“Kalau persepsi masyarakat hari ini kan, negara hari ini adalah aktor kejahatan. Ngeri kita lihat pemerintah. Dia buat aturan semau-maunya, menguasai informasi untuk bisnis penanganan wabah, dia menentukan sendiri alokasi budget, tidak ada yang bikin konsultasi, kalau diserang mereka bilang ‘saya ada ahlinya’,” ucap Haris Azhar.

Sejak Indonesia terjangkit Covid-19 pada awal Maret lalu, kebijakan pemerintah pun terkesan plin-plan dan tidak konsisten. Kebijakan antarinstansi pemerintah saling tumpang tindih. “Saya mau bikin gamblang aja, masyarakat melihat pemerintah sekarang itu bingung. Kita lagi deg degan, ini pemerintah bikin apalagi, seenaknya yang bisa membahayakan kita,” ucap Haris Azhar.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here