Dompet Dhuafa Ungkap Kronologi Kekerasan Aparat terhadap Tim Medis di Aksi 22 Mei

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan, menyesalkan kekerasan fisik yang dilakukan oknum petugas kepolisian terhadap tim relawannya saat bertugas dalam Aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, tadi malam. Menurut dia, tindakan aparat itu tidak dapat dibenarkan.

“Benar telah terjadi tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa yang mengakibatkan tiga anggota tim kami mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto), serta pengrusakan terhadap dua kendaraan kami,” kata Imam di Jakarta, Kamis (23/5).

Dia menegaskan, sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial. Dengan begitu, keterlibatan Dompet Dhuafa dalam aksi unjuk rasa kemarin bukan didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu.

Karena itu, ia menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas. Imam meminta kepada kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan.

“Tim medis yang membantu masyarakat itu sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang Perlindungan terhadap Petugas Kesehatan,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan kronologi peristiwa kekerasan oknum aparat terhadap tim medis Dompet Dhuafa dalam kerusuhan pascademonstrasi 22 Mei tadi malam. Berikut uraian lengkapnya:

Rabu (22/5) pukul 23.50 WIB

Tim medis Dompet Dhuafa mendapat instruksi untuk bergerak dari posisi sebelumnya di persimpangan Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Tim pertama dalam mobil Isuzu Panther terdiri atas satu perawat, dua petugas dokumentasi, dan satu sopir.

Tim kedua mengendarai kendaraan taktis Toyota Hilux milik Dompet Dhuafa, terdiri atas dua perawat dan beberapa orang dari tim pendukung.

Kamis (23/5) pukul 00.16 WIB

Dalam waktu yang sangat singkat, pasukan pemukul massa yang terdiri atas satuan Brimob dan polisi berpakaian preman datang mengusir massa yang berada di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kepolisian datang meringsek dan mendekati kendaraan Dompet Dhuafa. Tim yang ada di dalam kendaraan Dompet Dhuafa diminta turun.

Tim pertama yang ada di dalam mobil Isuzu Panther tidak mau turun, dan beberapa aparat seketika memukul kendaraan tersebut dengan tameng dan tongkat pemukul. Kaca bagian depan belakang, dan sebelah kanan hancur. Tak berselang lama kendaraan berhasil keluar dari kerumunan dan pergi meninggalkan lokasi.

Tim kedua yang berada di dalam mobil Toyota Hilux mengikuti perintah polisi untuk turun dan mereka diminta jongkok di depan kendaraan oleh seorang aparat. Satu anggota tim lainnya terjatuh dari kendaraan dan langsung dipukul dan diinjak oleh anggota kepolisian.

Anggota kepolisian yang lain membentak-bentak. Padahal tim sudah menyampaikan bahwa mereka adalah tim medis. Seketika anggota kepolisian semakin banyak dan menyuruh tim Dompet Dhuafa untuk pergi.

Ketika tim akan pergi itulah, anggota kepolisian memukul, baik dengan rotan maupun tameng, juga menendang. Akibatnya, dua orang dari tim Dompet Dhuafa mengalami luka cukup serius di bagian kepala.

Karena di saat yang sama, mobil yang sudah mulai bergerak dihentikan oleh salah seorang anggota Brimob, sudah disampaikan bahwa mereka tim medis. Namun dia tetap memukul kaca mobil bagian depan berulang kali dan menyuruh untuk maju. Seketika saja, ada anggota lain yang memukul kaca depan berulang kali hingga pecah.

img 20190523 wa00127227239697920937613

Satu anggota polisi juga mengeluarkan senjata api sejenis FN yang ditodongkan ke arah tim Dompet Dhuafa. Kemudian, tim diminta untuk membuka kaca dan saat itu kunci langsung dimatikan lalu dicabut dan dilempar ke dashboard. Di saat bersamaan, anggota lainnya memukul spion kanan dan kaca samping hingga pecah berantakan.

Kamis (23/5) pukul 01.00 WIB

Semua tim berhasil keluar dari lokasi, dan dua orang yang mengalami luka-luka di bagian kepala dibawa ke RSPAD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Alhamdulillah, kedua orang tim kami yang dirawat di RSPAD telah diperbolehkan pulang,” tutur Imam.

Dia menjelaskan, laporan kronologi tersebut dikumpulkan dari 12 anggota tim medis Dompet Dhuafa yang berada di tempat kejadian peristiwa. Mereka adalah Dian Mulyadi, Pundi Vito, Ahmad Riyadi, Yahmin, Abdul Aziz, M Awaludin, Hendi Saputra, Eka Suwandi, Adi Malo, Dokter Syarif, Sigit (perawat), dan Sari Bunga (perawat).

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, membantah adanya kekerasan yang dilakukan polisi terhadap tim relawan Dompet Dhuafa dalam kerusuhan pascademonstrasi 22 Mei semalam. “Gak benar,” ungkap Argo melalui pesan singkat kepada Indonesia Inside, Kamis (23/5). (AIJ)

Berita terkait

MS Kaban: Putusan MA Pukulan Telak, Berkembang Paham RI Punya Presiden dan Wapres Tidak Sah

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengomentari munculnya Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 44 P/PHUM/2019. Menurutnya, putusan ini...

Kronologi Penembakan Rayshard Brooks oleh Polisi Kulit Putih di Atlanta

Indonesiainside.id, Atlanta – Tindak kekerasan oleh polisi masih menjadi momok mematikan bagi warga kulit hitam di Amerika Serikat. Terbaru Rayshard Brooks, pria Afrika-Amerika tak...

Banyak Habiskan Uang saat Pilpres, Sandiaga Uno: Tak Perlu Disesali, Itu Bukan Milik Kita

Indonesiainside.id, Jakarta - Kekalahan di Pilpres 2019 tidak membuat Sandiaga Salahuddin Uno menyesalinya. Sebab, kompetisi tersebut dia anggap sebagai salah satu bagian dari ibadah. "Kita...

Demo Pelajar STM di DPR, Minta Polisi Tak Represif

Indonesiainside.id, Jakarta - Aksi yang digelar Konfederasi Buruh Indonesia (KASBI) tidak hanya diikuti oleh massa yang berasal dari kalangan buruh saja. Namun, ada pula...

Catatan Akhir Tahun: Nikmatnya Bagi-Bagi Kue ala Jokowi

Indonesiainside.id, Jakarta - Ingar-bingar politik selama musim Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 seakan sirna seusai Joko Widodo (Jokowi) dilantik menjadi kepala negara untuk kedua kalinya...

Catatan Akhir Tahun: Polarisasi Politik dan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Indonesiainside.id, Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang berat bagi bangsa Indonesia. Salah satunya disebabkan oleh polarisasi politik yang tajam akibat pelaksanaan pemilu presiden...

PBNU Merasa Dimanfaatkan di Pilpres, Ini Cara Menghindarinya?

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menyebut suara umat Islam hanya dimanfaatkan para elit politik saat pemilihan...

PBNU Merasa Saat Pilpres Dimanfaatkan, Selesai Malah Ditinggal

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, mengajak umat Islam untuk meningkatkan martabat dan prestasi. Bahkan...

Berita terkini

Prabowo Minta Semua Prajurit TNI Melakukan Tes Swab Massal

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta agar semua anggota TNI melakukan tes swab secara massal menyusul munculnya klaster baru penularan Covid-19...
ads3 mekarsari

Pakar Kesehatan: Fakta Menunjukkan Peningkatan Suhu Tak Mampu Kekang Virus Corona

Indonesiainside.id, Diyarbakir/Turki -- Seorang pakar kesehatan mengatakan temperatur yang lebih panas tidak akan membantu memperlambat penyebaran Covid-19. Jika suhu tinggi menghilangkan virus seharusnya  kasus...

Singapura Gelar Pemilu di Tengah Pandemi Covid-19, PM Lee Hsien Loong Berikan Suaranya di TPS

Indonesiainside.id, Singapura - Di tengah suasana pandemi Covid-19, warga Singapura menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), Jum'at...

Pemerintah akan Lelang Surat Utang Negara dengan Target Rp40 Triliun

Indonesiainside.id, Jakarta– Pemerintah mengatakan Kementerian Keuangan akan menggelar  lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam...

Berita utama

Dianggap Menyesatkan, Media Asing Soroti Menteri Pertanian Indonesia atas Klaim Kalung Anti-Virus Corona

Indonesiainside.id, Jakarta – Ilmuwan Indonesia, Rabu (8/7), membantah klaim Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa kalung yang terbuat dari kayu putih dapat mencegah penularan...

Covid-19 Masih Melonjak, Hari Ini Ada 1.611 Kasus Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 terus melonjak dengan kenaikan signifikan. Per hari ini, masih di atas 1.000 kasus. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,...

Innalillahi, Ditemukan Klaster Baru di Pusdikpom TNI AD Cimahi, 99 Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Cimahi - Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Ajay M Priyatna membenarkan ada klaster baru penyebaran COVID-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan...

Tegas, Pemprov DKI Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan karena Terbitkan KTP Buron Kakap Joko Tjandra

Indonesiainside.id, Jakarta - Lurah Grogol Selatan Asep Subahan dinonaktifkan karena menjalani pemeriksaan terkait penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama buronan 'kakap' Joko Tjandra. "Jadi...

2 KOMENTAR

  1. Mobil Hilux : pawat nya satu orang tim media ( buat apa bawa bawa media ) nya 2 orang.. Dan sopir.
    Mobil satu nya lagi perawat nya 1 orang dan beberapa tenaga pendukung ( ini tenaga keahlian apa ).
    Katanya niat nya nolong… Tapi isi tim yang di turunkan bukan formasi tim P3K… 😔

  2. Pa polisi tumben bilang tidak benar ? biasanya bilang hoax ! jika memang ini tidak benar bapa polisi harus konsisten mengatakan ini tidak benar hari hari ke depanya !

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here