AJI Desak Polri Usut Kasus Kekerasan terhadap 20 Jurnalis dalam Aksi 22 Mei

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Wartawan yang menjadi korban kekerasan saat meliput aksi unjuk rasa berujung kerusuhan pada 21-22 Mei lalu di Jakarta, semakin bertambah. Data sementara yang dicatat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menunjukkan, ada 20 jurnalis dari berbagai media yang menjadi korban.

Kasus kekerasan tersebut terjadi di beberapa titik kerusuhan di Jakarta, antara lain di kawasan Thamrin, Petamburan, dan Slipi Jaya. Pihak kepolisian dan massa perusuh diduga menjadi pelaku kekerasan tersebut.

Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung mengatakan, kekerasan yang dialami para jurnalis itu berupa pemukulan, penamparan, intimidasi, persekusi, ancaman, perampasan alat kerja jurnalistik, penghalangan liputan, penghapusan video dan foto hasil liputan, pelemparan batu, hingga pembakaran motor milik jurnalis. Mayoritas kasus kekerasan itu terjadi saat para wartawan meliput aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, di kawasan Thamrin.

“Beberapa kasus di antaranya, aparat kepolisian melarang jurnalis merekam aksi penangkapan orang-orang yang diduga sebagai provokator massa,” kata Erick di Jakarta, Jumat (24/5).

Ia menyayangkan para wartawan masih saja mengalami kekerasan meski mereka sudah menunjukkan identitasnya, seperti kartu pers, kepada aparat. Aparat menunjukkan sikap tak menghargai kerja jurnalis yang pada dasarnya telah dijamin dan dilindungi oleh UU Pers.

“Sampai saat ini AJI Jakarta masih mengumpulkan data dan verifikasi para jurnalis yang menjadi korban. Tak menutup kemungkinan, masih banyak jurnalis lainnya yang juga menjadi korban dan belum melapor,” ujar dia.

Berikut data jurnalis korban kekerasan dalam peliputan aksi unjuk rasa di Ibu Kota pada 21-22 Mei lalu yang dicatat AJI Jakarta:

Budi, kontributor CNN Indonesia TV, mengalami kekerasan fisik, perampasan alat kerja, dan penghalangan liputan oleh aparat Polisi. Intan dan Rahajeng, jurnalis RTV, mengalami persekusi oleh massa aksi.

Draen, jurnalis Gatra, mengalami kekerasan fisik dan diusir oleh polisi. Felix, jurnalis Tirto.id, dihalangi saat liputan. Dwi, jurnalis Tribun Jakarta, mengalami kekerasan tidak langsung, kepala bocor terkena lemparan batu massa.

Ryan, jurnalis CNNIndonesia.com, mengalami kekerasan fisik, perampasan alat kerja dan penghalangan liputan oleh aparat Polisi. Seorang reporter lainnya dari CNNIndonesia.com juga mengalami penghalangan peliputan dan perampasan paksa alat kerja oleh polisi.

Ryan, jurnalis MNC Media, alat kerjanya dirampas oleh massa aksi. Fajar, jurnalis Radio MNC Trijaya, mengalami kekerasan fisik, penghapusan karya jurnalistik dan penghalangan liputan oleh polisi.

Fadli, jurnalis Alinea.id, mengalami kekerasan fisik dan penghalangan liputan. Fahreza, jurnalis Okezone.com, mengalami perusakan alat kerja/motor oleh massa aksi. Putera, jurnalis Okezone.com, mengalami perusakan motor oleh aparat.

Aji, jurnalis iNews TV, mengalami kekerasan fisik dan diusir oleh aparat Kepolisian. Setya, jurnalis TV One, mengalami kekerasan fisik dan penghalangan liputan oleh aparat Polisi. Ario, VJ Net TV, mengalami perusakan alat kerja/motor dibakar.

Yuniadhi, fotografer Kompas, motornya dirusak. Topan, fotografer Tempo, mengalami kekerasan tidak langsung, matanya kena serpihan dari bom molotov massa aksi.

Niniek, jurnalis AP, mengalami persekusi online (doxing). Seorang kru ABC News mengalami intimidasi oleh aparat Polisi.

Erick menilai, kasus kali ini merupakan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terburuk sejak era reformasi. Atas tindakan itu, AJI Jakarta dan LBH Pers mengecam keras aksi kekerasan dan upaya penghalangan kerja jurnalis yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun massa aksi.

Menurut dia, kekerasan dan intimidasi terhadap wartawa saat meliput peristiwa kerusuhan bisa dikategorikan sebagai sensor terhadap produk jurnalistik. Perbuatan itu termasuk pelanggaran pidana yang diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun, dan denda maksimal Rp500 juta.

“Kami mendesak aparat keamanan dan masyarakat untuk menghormati dan mendukung iklim kemerdekaan pers, tanpa ada intimidasi serta menghalangi kerja jurnalis di lapangan. Kami juga mengimbau kepada para pimpinan media massa untuk bertanggung jawab menjaga dan mengutamakan keselamatan jurnalisnya,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, AJI Jakarta dan LBH Pers mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, baik oleh polisi maupun kelompok warga dan mengimbau kepada para pemimpin media untuk bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis saat bertugas di lapangan.

“Pimpinan media juga harus memberikan pembekalan pengetahuan safety journalist dan penanganan trauma yang terjadi selama peliputan,” kata dia.

Ia juga mengimbau para jurnalis yang meliput aksi massa untuk mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak saat terjadi kerusuhan. (AIJ)

Berita terkait

239 Tewas dan 3.500 Orang Ditangkap dalam Sepuluh Hari Kerusuhan di Ethiopia

Indonesiainside.di, Addis Ababa – Setidaknya 239 orang tewas dan 3.500 lainnya ditangkap dalam sepuluh hari kerusuhan di Ethiopia. Kerusuhan ini merupakan tantangan terbesar bagi...

Kerusuhan Pecah di Serbia Pasca Pemberlakuan Jam Malam

Indonesiainside.id, Beograd - Kerusuhan pecah setelah ratusan orang berunjuk rasa memprotes pemberlakuan kembali jam malam akhir pekan menyusul melonjaknya kasus baru Covid-19 di Beograd,...

Desa Mompang Julu Madina Kondusif Pascakerusuhan

Indonesiainside.id, Medan - Kondisi Desa Mompang Julu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kembali kondusif setelah kerusuhan massa yang dipicu pembagan bantuan langsung tunai...

Enam Anggota Polres Madina Luka-Luka akibat Kerusuhan yang Dipicu Pembagian BLT

Indonesiainside.id, Medan - Enam personel Polres Madina mengalami luka-luka akibat kerusuhan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. "Ada...

24 Orang Ditangkap Aparat dalam Sebuah Kerusuhan Hebat di Jerman

Indonesiainside.id, Berlin - Polisi di kota Stuttgart di Jerman mengatakan, 24 orang telah ditangkap dan 19 petugas polisi mengalami cedera setelah pemeriksaan terhadap obat-obatan memicu...

Kronologi Penembakan Rayshard Brooks oleh Polisi Kulit Putih di Atlanta

Indonesiainside.id, Atlanta – Tindak kekerasan oleh polisi masih menjadi momok mematikan bagi warga kulit hitam di Amerika Serikat. Terbaru Rayshard Brooks, pria Afrika-Amerika tak...

Militer AS Pakai Granat Kejut dan Peluru Karet Hadapi Unjuk Rasa

Indonesiainside.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dicaci maki oleh Gubernur Washington DC karena responnya yang buruk dalam mengatasi kerusuhan massal akibat pembunuhan...

Hidayat Nur Wahid: Kerusuhan di AS Harus Jadi Bahan Refleksi bagi Pemerintah Indonesia

Indonesiainside.id, Jakarta - Kerusuhan dan penjarahan di Kota Minneapolis yang melebar sejumlah kota lainnya di Amerika Serikat (AS) harus menjadi bahan refleksi bagi Pemerintah...

Berita terkini

Rusia Peringatkan Risiko Perang Nuklir Meningkat

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan risiko perang nuklir meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena ketidaksediaan Amerika Serikat untuk menegaskan...
ads3 mekarsari

MUI Terbitkan Fatwa Idul Adha, Jaga Jarak Harus Diutamakan

Indonesiainside.id, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mmelalui omisi Fatwa mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban...

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Berita utama

Pengamat: Wacana Reshuffle Erat Kaitan dengan Relasi Kekuasaan

Indonesiainside.id, Jakarta - Wacana reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap sejumlah menterinya hingga kini masih menimbulkan spekulasi, karena belum ditindak lanjuti oleh Jokowi. Pakar...

Antara Kasus Data Denny dan Unggahan Tuduhan Teroris, Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Tidak Diskriminatif

Indonesiainside.id, Jakarta - Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar, menekankan agar penyidik kepolisian, tidak bertindak diskriminatif terhadap aktivis medsos Denny Siregar (DS). Dalam penegakan...

Pedagang Pasar Cibubur yang Pulang Kampung ke Madiun Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Madiun - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertambah dua menjadi 37 kasus setelah sekitar setengah bulan tanpa penambahan. Dua kasus...

Krisis Pelecehan Seksual di Mesir Berada pada Tingkat yang Mengkhawatirkan

Indonesiainside.id, Kairo –Kasus pelecehan seksual di Mesir kembali menjadi sorotan, menyusul berita tentang seorang pria berusia 22 tahun yang melecehkan lebih dari 100 mahasiswi,...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here