LPSK Dorong Komnas HAM Bentuk TPF Usut Kerusuhan 22 Mei

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Maneger Nasution. Foto: Eramuslim

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Kerusuhan dalam rangkaian aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, 21-22 Mei lalu memakan korban hingga delapan jiwa. Kedelapan korban yang meninggal itu tersebar di beberapa rumah sakit di Ibu Kota, yakni RSUD Tarakan, RS Budi Kemuliaan, RS Pelni, RSAL Mintoharjo, dan RS Dharmais.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Maneger Nasution, menyampaikan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan dan demokrasi itu. Menurut dia, insiden rersebut sejatinya bisa diminimalisasi. Dia juga mendoakan agar korban yang meninggal dunia mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

“Keluarga korban diharapkan tabah adanya,” kata Maneger, Jumat (24/5).

Dia mendorong pihak kepolisian untuk bekerja profesional dan independen, serta menjelaskan ke publik kejadian sebenarnya secara transparan. Maneger juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki insiden itu.

“Komnas HAM dapat membentuk semacam tim pencari fakta (TPF) independen dengan melibatkan unsur masyarakat sipil untuk menyelidiki kasus tersebut,” kata dia.

Selain itu, Maneger meminta pemerintah untuk menjelaskan ke publik soal pembatasan hak publik untuk tahu (right to know) dengan adanya pembatasan akses terhadap media massa dan media sosial. “Sehingga masalahnya tidak berlarut-larut seperti ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, LPSK siap menerima laporan dari publik yang merasa ada ancaman atas keselamatan jiwanya terkait insiden kerusuhan 21-22 Mei lalu. LPSK akan memproses semua laporan sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang dimiliki lembaga itu. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak main hakim sendiri,” kata dia. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here