Kasus Mafia Migas, KPK Cegah Pemegang Saham Siam Group Holding ke Luar Negeri

Kasus Mafia Migas, KPK Cegah Pemegang Saham Siam Group Holding ke Luar Negeri
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Antara

Oleh: Rudi Hasan

Indonesiainside.id, JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri bagi Lukma Neska. Lukma adalah pemegang saham perusahaan Siam Group Holding, perusahaan cangkang milik Bambang Irianto, tersangka mafia migas.

“Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan, terhitung 2 September 2019,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/9).

Perusahaan Siam Holding Group adalah perusahaan cangkang yang dipakai Bambang untuk menerima uang suap. Febri menuturkan, pencegahan itu dilakukan untuk membantu proses penyidikan terkait suap pengadaan perdagangan minyak mentah.

Kemarin, KPK telah menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto, sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, menyebut Bambang menjadi vice president (VP) marketing PES pada 6 Mei 2009. Bambang menggunakan jaringan itu saat bertugas di PT Pertamina pada 2008, untuk cawe-cawe dalam pengadaan perdagangan minyak mentah.

“Yang bersangkutan (pernah) bertemu dengan perwakilan Kernel Oil Ltd yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT Pertamina (Persero),” kata Syarif.

Adapun saat menjabat sebagai VP marketing PES, Bambang melaksanakan pengadaan penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina (Persero). Dalam kesempatan itu, Bambang melobi perwakilan Kernel Oil di kurun 2009-2012.

Akhirnya, Kernel Oil menjadi rekanan PES untuk kegiatan impor dan ekspor minyak mentah bagi Pertamina. “Tersangka BTO selaku VP marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo Kernel Oil dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri,” ujar dia.

Dalam penerimaan tersebut, Bambang mendirikan perusahaan cangkang bernama Siam Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island. Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here