Kuasa Hukum: Ustaz Bernard Dicegat Lima Mobil di Jalan Tol, padahal Masih Saksi

Bernard Abdul Jabbar
Bernard Abdul Jabbar. Foto: Panjimas

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Koordinator bantuan hukum 212, Abdullah Al Katiri, prihatin atas penangkapan Ustaz Bernard Abdul Jabbar di jalan tol. Dia dicegat lima mobil secara bersamaan.

Padahal, Ustaz Bernard masih bersama-sama dengan putranya dalam mobil dan dalam kondisi kesehatan yang tidak sehat. Saat itu, dia juga masih berstatus sebagai saksi. Kenapa diperlakukan demikian.

“Ini perbuatan biasa, bukan extraordinary crime, tapi kenapa sampai dilakukan penangkapan di malam hari di jalan tol. Sedangkan ustaz dalam keadaan sakit,” kata Al Katiri di kantor PA 212 di bilangan Condet, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Al Katiri menyayangkan aparat yang tidak menjelaskan secara rinci penangkapan Ustaz Bernard. Penjelasan itu baru disampaikan setibanya nanti di Polda Metro Jaya.

“Padahal, beliau juga baru saksi. Kalau pun tersangka, apa dua alat bukti yang cukup?” tanyanya.

Selain itu, ia juga menyayangkan pihak Polda Metro Jaya yang tidak melibatkan kuasa hukum Ustaz Bernard Abdul Jabbar yang telah ditunjuk oleh pihak keluarga. Sejak awal, kuasa hukum yang diajukan keluarga tak diberikan kesempatan mendampingi Ustaz Bernard hingga ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

“Jam 06.00 pagi saya ditelepon oleh istrinya (Ustaz Bernard) dan mengatakan tidak ada pendampingan pengacara,” kata Al Katiri.

Bahkan, Al Katiri bersama tim kuasa hukum lainnya terpaksa menunggu hingga pukul 23.00 WIB, namun tetap dilarang mendampingi pemeriksaan sekretaris umum PA 212 itu. Ia menganggap upaya ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap KUHAP.

“Malah, besok paginya, kami mendapatkan informasi sudah menjadi tersangka, kemudian baru diserahkan kepada kami sebagai pendamping kuasa hukum. Ini aneh, setelah menjadi tersangka baru diserahkan kepada kami,” ujarnya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here