KPK Minta Mulan Jameela Laporkan Barang Endorsement

mulan
Mulan Jameela. Foto: Instagram

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersoalkan tingkah laku Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Mulan Jameela. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, menyebut tak seharusnya Mulan meng-endorse (mempromosikan) barang mewah di Instagram, karena bisa dikategorikan sebagai gratifikasi.

“Jadi apakah endorsement atau yang lain, misalnya pemberian, agar pasti, bolehlah konsultasi ke KPK sekalian Mulan kontak dengan staf di Direktorat Gratifikasi KPK,” ujar Saut di Jakarta, Jumat (18/10).

Menurut dia, gratifikasi atau pemberian yang bersifat gratis, berpotensi menjadi pidana. Untuk itu, Saut mengacu pada UU Tindak Pidana Korupsi Pasal 12B ayat 1. “Itu sebabnya mengapa pemberian (barang endorsement) ini bahkan di KPK diawasi oleh satu direktorat,” kata dia.

Mulan pun diminta melapor ke Direktorat Gratifikasi KPK paling lambat 30 hari setelah menerima barang endorsement tersebut. Jika tidak, akan muncul keraguan terkait pemberian barang mewah itu.

Saut menjelaskan, KPK telah membuat kajian seperti apa penyelenggara boleh menerima barang. Ada batasan jumlah dan atas dasar apa barang itu diterima penyelenggara negara. “Misalnya, kalau ada penyelenggara negara menikahkan anak, maka satu amplop sumbangan dibatasi Rp1 juta masih diperbolehkan,” tutur dia.

Namun, ketika menteri menerima tenun berharga jutaan rupiah saat kunjungan kerj, itu bisa menjadi masalah. Dalam hal ini, Saut memuji sikap Presiden Jokowi yang melaporkan gitar pemberian band ternama asal Amerika, beberapa tahun lalu.

“Tim KPK yang akan mengkaji. Apa filosofis, sosiologis, dan yuridisnya di balik beri-memberi gratis ini,” ujar Saut. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here