Kasus Pengeroyokan Ninoy Karundeng, 13 Tersangka Ditahan dan 2 Ditangguhkan

Munarman Datangi Polda Metro Dalam Kasus Eks Penulis Seword
Ninoy Karundeng, buzzer sekaligus eks penulis Seword. Foto: FB

Indonesiainside.id, Jakarta – Kasus penganiayaan yang dialami oleh Ninoy Karundeng saat ini masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Sementara itu, polisi telah mengamankan 15 tersangka. Namun, 2 tersangka ditangguhkan karena sedang dalam kondisi yang kurang sehat, Selasa (22/10).

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi, mengatakan, Subdit 3 Resmob Ditreskrimum PMJ melakukan penyidikan dari LP 2680 dengan pelapor Ninoy Karundeng, pada Selasa (01/10) di kawasan Pejompongan, tepatnya di Masjid Al-Falah. “Saat itu korban sedang meliput aksi unjuk rasa di DPR, kemudian berakhir dengan tindakan anarkis,” ujarnya.

Kemudian, Dedy menambahkan, saat Ninoy sedang berada di lokasi, gerak gerik Ninoy yang sedang merekam aksi unjuk rasa itu diketahui oleh beberapa orang oknum yang tak dikenal. “Lalu terjadi pengeroyokan, penganiayaan, dan penyekapan di salah satu Masjid. Kemudian ada upaya mengambil barang pribadi Ninoy beserta data elektronik seperti handphone dan memori card penyimpanan data,” tambah Dedy.

Setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam, sebanyak 15 tersangka telah ditangkap. “Para tersangka ditahan semua dan ada dua orang tersangka yang sedang sakit kita tangguhkan, namun kami tetap lengkapi berkas perkara untuk dikirim ke kejaksaan,” tuturnya.

Sementara itu, Dedy menjelaskan peran para tersangka. Para tersangka yang ditangkap diantaranya, AA sebagai desain grafis, diamankan di Pondok Aren Tangsel 1 Oktober. Peran AA menyebar video Ninoy dan menyebar hasutan di grup.

Selanjutnya YY yang bekerja sebagai konsultan keuangan yang ditangkap di Bogor. Perannya menyebar video dan hasutan di WA. Berikutnya ARS ditangkap di Tangsel, perannya sama dengan YY. Ketiga tersangka tersebut ditangkap atas berita bohong.

Tersangka RF, ia ditangkap karena ikut serta dalam pengeroyokan dan penyekapan. Lalu SP, ia ditangkap karena berusaha menghilangkan barang bukti namun sudah disita oleh petugas kepolisian.

Lalu RM, ditangkap bersamaan dengan RF dan SP, perannya mengantar logistik ke TKP, mengetahui ada pengeroyokan di TKP. Kemudian, SRY ditangkap bersama RF, perannya melakukan copy data.

Tersangka yang bekerja sebagai karyawan honorer, BRS, ditangkap karena perannya mengetahui dan melihat serta membantu merekam dan memindah data laptop korban. Selanjutnya ada ABS, Ditangkap ditempat persembunyian diperumahan di Tambun. peran ia saat itu memukul korban.

Selanjutnya, RFQ yang tinggal di Duren Tiga, ditangkap di Cipinang Pulo, pasalnya sama dengan ABS. Perannya ada di TKP dan ikut menganiaya dan menginterogasi. Selain itu ada IRA, perannya memukul dan menginterogasi, dan paling utama merencanakan pembunuhan.

Selanjutnya BNB, peran membawa Ninoy ke masjid dan meminta untuk tidak keluar dan menginterogasi. Tersangka DS, mengetahui saat diinterogasi. Lalu ISN, perannya sama dengan DS. Berikutnya YI yang berperan melakukan penganiayaan. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here