Pakar Hukum Trisakti: Dewi Tanjung Cuma Ingin Populer, Viral, dan Cari Sensasi

Abdul Fickar Hadjar
Pakar hukum Abdul Ficar Hadjar. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Politikus PDIP Dewi Tanjung belum lama ini melaporkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, ke polisi atas tuduhan rekayasa kasus penyiraman air keras yang menimpa. Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Ficar Hadjar, menilai Dewi Tanjung hanya ingin memanfaatkan momentum.

“Ini orang (Dewi) cari-cari saja. Dia hanya memanfaatkan momentum supaya dikenal, supaya viral. Itu yang jadi tujuannya,” kata Ficar ketika dihubungi Indonesiainside.id di Jakarta, Jumat (8/11).

Ficar menilai Dewi yang tidak mampu berpikir rasional. Menurut dia, jika Dewi ingin bersungguh-sungguh untuk melaporkan kasus yang dianggap hanya rekayasa, wanita itu seharusnya mendatangi dan rumah sakit terlebih dulu untuk mengecek hasil pemeriksaan medis Novel.

“Dia harusnya ngecek ke rumah sakit, betul enggak itu luka-luka Novel. Sekarang dia mau menuduh luka seseorang hanya karena tidak ada bekas-bekas kulit terbakar. Itu yang seharusnya dia lakukan,” jelas Ficar.

“Kalau memang dia punya dasar atas pengecekannya di rumah sakit, maka masuk akal tuduhan dia,” tambahnya.

Ficar juga sepakat bahwa semua pihak, baik dari rumah sakit, kepolisian, maupun tim pencari fakta, tidak ada yang mempersoalkan kebenaran luka yang dialami oleh Novel. “Semua sepakat itu merupakan kejahatan. Kejahatan dalam hal ini adalah penyiraman air keras,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, air keras juga mempunyai berbagai macam jenis dan fungsi. “Air keras pun ada banyak macamnya, misal yang khusus kena mata saja atau umpamanya kena kulit tidak sensitif, tapi kalau kena mata akan berdampak,” tuturnya.

Ficar menyatakan, apa yang dilakukan Dewi Tanjung tidak terdapat dasar pembenarannya, terlebih secara hukum. “Maka dari itu saya cenderung bilang orang ini cuma cari sensasi aja,” katanya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here