Diperiksa KPK, Eks Menag Lukman Dicecar soal Gratifikasi dan Penyelenggaraan Haji

Lukman Hakim Syaifuddin
Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan sedikit mengenai pemeriksaan terhadap politikus PPP itu.

“Terkait pengelolaan haji di Kemenag dan dugaan penerimaan gratifikasi,” ujar Febri di Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut dia, ketika menjabat menteri agama, Lukman juga pernah dipanggil untuk mengklarifikasi hal tersebut. Namun, Febri mengatakan, pihaknya tak bisa membeberkan lebih jauh terkait penyelidikan hari ini.

“Intinya penyelidikan ini terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan (Lukman) di Kemenag,” kata dia.

Selain suap jabatan di lingkungan Kemenag, KPK juga membidik penyelenggaraan haji di instansi tersebut selama Lukman menjabat. “Jadi dua poin itu yang kami sampaikan, nnti kita lihat apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak, tapi yang pasti yang sedang kami lakukan di tahap penyelidikan,” kata dia.

Lukman memang kerap disebut dalam persidangan kasus suap jabatan di lingkungan Kemenag. Terakhir, Lukman disebut menerima Rp70 juta dalam vonis kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Haris Hasanudin (mantan kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur).

Dalam dakwaan itu, Lukman dikatakan menerima suap secara bertahap. Pertama yakni pada 1 Maret 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Kala itu, Lukman menerima duit Rp50 juta saat bertemu Haris di Hotel Mercure Surabaya. Tahap kedua yakni pada 9 Maret 2019 di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

KPK telah menjerat tiga orang dalam kasus ini. Mereka adalah Haris Hasanuddin, Muafaq Wirahadi (eks kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik), dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy.

Haris dan Muafaq telah divonis bersalah dengan perincian hukuman 2 tahun penjara untuk Haris dan 1 tahun 6 bulan untuk Muafaq. Sementara, persidangan Romy masih berjalan. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here