Koper Dibobol, Kostum Balap Robby Dicuri Maling di Bandara Soekarno-Hatta

Maling Bandara
Keenam tersangka sudah diamankan oleh petugas kepolisian di Polda Metro Jaya, Jumat (22/11). Foto: Fichri Hakiim/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Insiden memalukan kembali terjadi di Bandara Udara Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Kali ini menimpa pembalap muda asal Indonesia, Robby Sakera, saat akan bertolak ke Jepang.

Kostum balap atau wearpack milik Robby tiba-tiba raib dalam koper. Saat itu, Robby Sakera hendak mengikuti ajang balapan dunia di Jepang, 24 Juni 2019. Robby mewakili Indonesia di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC).

Ternyata, ritsleting koper milik Robby dibobol maling yang beroperasi di bandara. Para maling bandara itu beroperasi dengan modal pulpen untuk membongkar ritsleting koper para penumpang.

Kejadian ini diungkap Unit 5 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Metro Jaya. Sebanyak enam tersangka kasus pencurian barang-barang milik penumpang ditangkap, Selasa (12/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, petugas kepolisian sering kali mendapatkan laporan dengan modus membobol koper di bandara. “Modusnya dengan mencongkel koper para penumpangnya, mereka beraksi menggunakan pulpen dan kerja mereka sangat cepat karena sudah terbiasa,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (22/11).

Dia mengatakan, petugas kepolisian telah mengamankan 6 orang tersangka dalam kasus ini. Tersangka dalam kasus ini berinisial IC, REP, PP, IS, AS, dan YY. Keenam tersangka bekerja di PT JAS yang juga sebagai perusahaan pelayanan jasa di Bandara.

Setibanya di Jepang, Robby mengeluhkan karena wearpack (kostum balap) dan perlengkapan balapnya tidak ada dalam koper. “Selain pakaian balap, uang tunai dari milik korban sekitar Rp10 juta dan 1000 Ringgit Malaysia juga ikut hilang,” jelas Yusri.

Dia menuturkan, hasil dari pengakuan Robby Sakera, kerugian dalam kasus ini sebesar Rp18 juta. “Pakaian balap, sepatu dan sarung tangan sudah kita jadikan sebagai barang bukti,” tutur Yusri.

Kini para tersangka dikenakan Pasal 363 yang merupakan pasal pencurian. para tersangka juga dikenakan dengan pemberatan yang ancaman hukumanya maksimum 7 tahun. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here